Berawal dari banyaknya permintaan pete alias petai di Bebek Belur, beberapa orang ada yang menikmatinya dengan cara di goreng / bakar. Beberapa kali memperhatikan juga para pelanggan yang dengan nikmatnya melahap pete yang sudah dicolek dengan sambal lalu dicampur dengan nasi dan bebek goreng. Langsung yang terbayang adalah kamar mandi pasti bau semerbak tiada tara :D
Image si pete dan jengkol ini kayanya gimanaaa gitu yaaa, ada nih ya teman yang doyan pete dan beberapa teman yang lain tahu "ih cantik-cantik doyan pete" tuh kannnn kesannya menyukai makanan yang satu ini itu aib padahal engga juga loh. Tapi saya pribadi memang gak suka pete karena takut bau, jadi sebelum mencoba si pete ini sudah takut duluan ceritanya.
Satu malam lagi nongkrong alias 'ngawasin' Bebek Belur iseng sama suami untuk mencoba pete goreng yang memang jadi salah satu favorit menu disana, ya kan lucu aja kita yang jual malah belum nyoba :D hihihi
Butiran pete pertama 'kressss' dikunyah pelan-pelan bareng sambel, nasi & ayam goreng kampung, dirasa-rasa, dinikmati lalu ditelan.. WOWWWW ternyata ada sensasi rasa tersendiri dan akhirnya kami berdua menghabiskan 1 papan pete *bekepmulut* . Ternyata pepatah 'tak kenal maka tak sayang' itu benarrrrr adanya :)hihihi Pengalaman makan pete kami saat itu menghasilkan aroma kamar mandi yang aduhai sehingga membuat stock karbol menipis :p Tapi sekarang dah engga lagi dong habis makan pete supaya gak bau itu tipsnya makan jengkol :) qiqiqiqi (boong deng) , ada beberapa tips ada yang bilang memakan mentimun, minum kopi, gosok gigi dll. Karena tingkat parno yang sangat tinggi setelah makan pete saya melakukan semuanya ditambah selama 2 hari berturut-turut mengunyah permen karet happydent kalau ngobrol sama orang :) #krisispercayadiri

