Halaman

Tampilkan postingan dengan label Daun Pandan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daun Pandan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

mini fu yung hai

Ada satu restoran chinese food di Bandung yang sampai saat ini menurut saya tidak ada tandingan rasanya tapi sayangnya setelah tahu bahwa menggunakan minyak babi kami tidak pernah membelinya lagi. 
Jangan-jangan memang minyak babinya itu yang bikin enak T_______T tapi sekali haram tetep haram , ya gak ? dan memang sampai saat ini saya belum menemukan chinese food seenak di restoran tersebut.
Dari sanalah saya tahu ada makanan bernama fu yung hai dan sampai sekarang menu tersebut menjadi salah satu menu yang selalu saya pesan.

Fu yong hai atau Fu yung hai (Hanzi: 芙蓉蛋, hanyu pinyin: fú róng dàn) adalah masakan Tionghoa yang dibuat dari telur yang didadar dengan campuran berupa sayuran, daging, atau makanan laut. Isi campuran bisa berupa daging ayam, daging sapai bahkan daging babi, dan sebagainya yang dicincang halus. Fu yong hai dimakan bersama saus asam manis yang biasanya terbuat dari  tomat dan kacang polong tetapi ada juga saus yang disertai dengan potongan nanas di dalamnya. Fu yung hai bisa ditemukan di Indonesia Inggris dan Amerika. Nama Fu yung hai berarti potongan telur fu yung, yang berasal dari resep penduduk Cina daratan dari Shanghai. 

Terinspirasi dari fu yung hai ini dan kebetulan mempunya cetakan kue talam maka saya mencoba membuat mini fu yung hai untuk 2H dan berhubung mereka tidak terlalu suka rasa saos-saosan maka saya mencoba berimprovisasi dengan membuat saos dari campuran mayonaise dan ubi ungu (hadeuhhhh ini ubi ungu nongol lagi) :p 


Rabu, 21 November 2012

Daun Pandan ( Bisnis dan Idealisme )

Jika ada yang berkomentar bahwa bisnis dan idealisme tidak bisa dipersatukan itu adalah omong kosong. Bagi saya hidup berbisnis tidak hanya uang semata, ya bukan berarti saya tidak butuh uang toh memang tujuannya bisnis untuk mendapat uang kan kecuali kalau memang kegiatan 'non profit'. Tapi ketika melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di hati menjalaninya lebih happy. 
Belajar dari beberapa teman dan berkaca dari para sahabat akhirnya saya mantap untuk benar-benar menyatukan kembali idealisme dan bisnis ...
Hal yang paling saya cermati jika 'jajan' di luar adalah pemakaian MSG yang berlebih, pemakaian bahan sintetis, kebersihan dan kecurangan. Sebagai keluarga yang hobby jajan saya selalu mendapati setelah enak 'menikmati' jajanan kadang ada rasa haus yang tak henti-henti atau tiba-tiba kepala terasa berat. Yup setelah konsultasi dengan dokter itu adalah salah satu efek dari MSG, memang tidak semua orag merasakannya mungkin karena saya terbiasa hidup 'MSG free' jadi ketika ada suatu makanan sintetis berlebih tubuh bereaksi. Walaupun sekarang makin heboh ada artikel yang menyebutkan bahwa MSG aman , nah kalau bisa yang alami kenapa harus yang buatan .. ya gak ??? 

Saya jatuh cinta pada salah satu rumah makan di Bandung yang menyajikan makanan dengan piring dan gelas seng bagi saya itu adalah pengalaman yang unik. Sejak saat itulah saya menyukai peralatan 'jadul' , tak heran saya sampai meminta tolong adik ipar untuk mencari peralatan tersebut di Cianjur lengkap dengan 'boboko' dan  'coet' kayunya. 

Untuk menu saya memilih menu tradisional dan menyelipkan satu menu berbau 'western' yaitu steak , di Berau makanan steak yang terjangkau masih jarang kami hanya bisa menemukan di restoran 'kelas atas' atau hotel yang harganya selangittttttttttt. Menu indonesia lainnya standar saja ikan bakar/goreng, ayam bakar/goreng, iga bakar , nasi goreng, mie goreng dll. Sementara minuman masih yang standar juga seperti teh manis, es jeruk, aneka juice dll. Oiya saking parnonya dengan 'es batu' saya pun sengaja membeli freezer khusus es batu , es batu dari air minuman bukan air keran seperti kebanyakan es batu di pasaran. Saya tidak main-main di bisnis ini saya ingin semuanya sesuai 'standar' saya dan keluarga. 

Proudly Present