Halaman

Tampilkan postingan dengan label vegetables. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vegetables. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Juni 2014

Muffin Kentang

Halooo..... akhirnya saya bisa kembali 'eksis' nih, setelah sekian lama tidak pernah membuat postingan di rumah satu ini. Ada banyak alasan selain koneksi internet yang mati total dari bulan September 2013 yang akhirnya saya menyerah untuk memutuskan 'ikatan' dengan speedy T______T

Gimana gimana gimana ? ada yang kangen gak nih ? *GR tingkat dewa
Sebenarnya banyak sekali cerita yang saya ingin ceritakan tapi mungkin satu-satu dulu yaa, bahkan saya sampai baru sadar pemenangan saya sebagai juara favorit blog di Majalah Sekar 2012 belum sempat membuat postingannya T__________T*basiiiii

Selain sudah pasangnya jaringan internet baru saya juga jadi semangat kembali menulis setelah salah satu sahabat baik saya meninggal dunia, dan ternyata tulisan-tulisan yang telah ditulis almarhum mengobati rasa kangen saya. Akhirnya saya bersemangat kembali, ya jika suatu saat nanti kita tidak ada, tulisan, ocehan di dalam blog ini bisa dibaca anak-anak nanti.

Ok kali ini ingin sekali sharing tentang muffin, ya lagi-lagi muffin 'sehat' yang saya coba buat. ehm bukannya sok sehat tapi percaya deh masak makanan sehat itu jauh lebih mudah dibanding junkfood  ^_^
 



Selasa, 18 September 2012

Sup Jagung (Corn Soup)

Salah satu andalan makanan berkuah dari jaman baheula (jaman haura masih umur 1 tahunan), simple bahannya .. ya sayurannya juga seputaran jagung, wortel, buncis... *menghela nafas*
Masih pakai resep lama juga Corn Cream Soup  , kali ini agak berbeda karena tidak pakai macaroni.


Rabu, 04 Juli 2012

Cara Menyimpan Brokoli




Brokoli salah satu sayuran 'langka' di tempat saya tinggal (Berau), bahkan bisa dibilang sangat langka T____T. Selama hampir 5 tahun saya tinggal di Berau belum pernah menemukan ada yg berjualan brokoli, walhasil selama MPASI dulu Haura tidak mengenal brokoli. Sampai berumur 2 tahun Haura tidak suka brokoli kemungkinan karena tidak terbiasa , sampai suatu waktu saat itu saya sedang 'melatih' kembali Haura memakan sayur di Bandung (menjelang kelahiran Hanif). Sayuran yang saya 'sembunyikan' pertama kali adalah brokoli dan alhamdulillah Haura mau memakannya dengan lahap sampai akhirnya di titik Haura dengan sukarela memakan brokoli dan sayuran lainnya dalam bentuk utuh tidak harus disembunyikan kembali.

Semenjak saat itu Haura sukaaaaaaaa sekali brokoli katanya rasanya 'krenyes..krenyes', akhirnya beberapa kali kalau kami kembali ke Berau dari Jakarta/Bandung selalu membawa brokoli. Tapi beberapa kali juga ada beberapa kuntum brokoli yg terbuang karena cepat sekali menguning padahal sudah disimpan di lemari es bagian bawah, dibungkus koran , dibungkus plastic wrap dll. Semua usaha agar brokoli tetap segar dan tidak cepat menguning sia-sia.

Satu waktu salah satu teman SMA saya (Kanti) berkunjung ke Berau dan tentu tidak mensia-siakan kesempatan itu...yaaa... saya titip brokoli dan yoghurt (2 bahan makanan yg tidak dapat ditemukan di Berau) *kasian dehhh*. Karena ada miskomunikasi brokoli baru saya ambil keesokan harinya dan beberapa brokoli sudah mulai menguning T_____________T huhuhuhu... Saat itu lah saya diberitahu Kanti yg seorang Sarjana Teknologi Pertanian kalau cara penyimpanan brokoli harus dimasak sebentar dulu atau dicelupkan ke air panas baru disimpan di dalam freezer *triiiinggg* 

Cara Menyimpan Brokoli
  1. Keluarkan brokoli dari plastik lalu potong per kuntum
  2. Rendam brokoli dengan air garam lalu buang airnya (untuk mengeluarkan ulat-ulat)
  3. Didihkan air 
  4. Masukkan brokoli ke dalam air yang mendidih lalu matikan api
  5. Setalah brokoli berubah warna menjadi hijau cerah buang airnya (biasanya tidak lebih dari 1 menit, hanya beberapa detik saja) lalu tiriskan
  6. Setelah brokoli dingin masukkan ke dalam wadah / plastik es sebanyak 1 porsi dan simpan di freezer
Selamat mencobaaa ^_^




notes  : Thanks untuk Winda kiriman brokolinya yg  menempuh perjalanan udara selama 40 menit


dah dibilangin masih mentah teuteup keukeuuh maen happpp aja , yaa hitung2 belajar makan raw food ya nak
#plakkk






Brokoli (Brassica oleracea L. Kelompok Italica) adalah tanaman sayuran yang termasuk dalam suku kubis-kubisan atau Brassicaceae. Brokoli berasal dari daerah Laut Tengah dan sudah sejak masa Yunani Kuno dibudidayakan. Sayuran ini masuk ke Indonesia belum lama (sekitar 1970-an) dan kini cukup populer sebagai bahan pangan.


Bagian brokoli yang dimakan adalah kepala bunga berwarna hijau yang tersusun rapat seperti cabang pohon dengan batang tebal. Sebagian besar kepala bunga tersebut dikelilingi dedaunan. Brokoli paling mirip dengan kembang kol, namun brokoli berwarna hijau, sedangkan kembang kol putih.


Brokoli merupakan tanaman yang hidup pada cuaca dingin.


Sebagai makanan, brokoli biasanya direbus atau dikukus, atau dapat pula dimakan mentah. Cara terbaik dalam mengolah brokoli adalah dengan cara dikukus. Hal ini bertujuan agar segala vitamin dan nutrisi penting di dalamnya tidak hilang selama proses pemasakan. Merebus brokoli akan menghilangkan sekitar 50 % asam folat yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, jika ingin mengolah brokoli dengan cara direbus, sebaiknya brokoli tidak direbus terlalu lama, kira-kira tidak lebih dari 5 menit.[1] Brokoli mengandung vitamin C dan serat makanan dalam jumlah banyak. Brokoli juga mengandung senyawa glukorafanin, yang merupakan bentuk alami senyawa antikanker sulforafana (sulforaphane). Selain itu, brokoli mengandung senyawaan isotiosianat yang, sebagaimana sulforafana, ditengarai memiliki aktivitas antikanker. (sumber : wikipedia)



Minggu, 26 Februari 2012

Tumis Kulit Semangka

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengobrol dengan  Pak Wied Harry saat beliau ke Berau sehari sebelum acara Talkshow dilaksanakan, beliau memberi tahu tentang khasiat kulit semangka yang kadang terlupakan oleh kita. Sebelumnya saya juga pernah membaca bahwa kandungan sitrulin kulit semangka lebih tinggi dibandingkan buah semangka itu sendiri tapi sampai saat ini saya belum pernah mencoba mengkonsumsi dengan 'sengaja' kulit semangka itu. Di tengah obrolan Pak Wied menyarankan kulit semangkanya ditumis seperti sayuran biasanya. Hari ini kebetulan jus pagi harinya pepaya semangka dan saya pun kali ini tidak membuang kulitnya, ternyata tumisan kulit semangka enak loh rasanya krinyis-krinyis tapi eitss jangan lupa untuk mengupas kulit yang hijaunya ya ^_^


Bahan :
200 gram kulit semangka diiris
100 gram udang kupas
    3 siung bawang merah diiris halus
    3 siung bawang putih diiris halus
    2 buah cabe merah diiris
 1/2 buah tomat diiris
       garam dan gula secukupnya

Cara Membuat : 
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum lalu masukkan udang 
2. Setelah udang berubah warna masukkan irisan cabe merah lalu masukkan irisan kulit semangka

3. Masukkan garam dan gula secukupnya
3. Sesaat sebelum matang masukkan irisan tomat 



Manfaat Kulit Buah Semangka (citrullus vulgaris)

SEMANGKA

Selain rasanya yang manis dan segar, semangka juga memiliki banyak khasiat diantaranya adalah sebagai alternatif pengobatan panas dalam serta dapat berkhasiat sebagai antioksidan yang bersumber dari Lycopene. Lycopene adalah pigmen merah berupa karotenod yang sering berada dalam buah atau sayuran berwarna merah Masyarakat pun telah banyak yang memanfaatkan buah semangka sebagai alternatif pengobatan.

KULIT SEMANGKA

Lalu bagaimana dengan kandungan dari kulit semangka?.

Ilmuan dari Amerika Serikat (USA) yaitu Agnes M. Rimandoa dan Penelope M. Perkins-Veazie pada tahun 2005 telah menelaah kandungan kulit semangka. Dari hasil penelitiannya membuktikan bahwa kulit semangka kaya akan sitrulin.sitrulin adalah asam α-amino. Namanya berasal dari Citrullus, bahasa Latin untuk semangka, dari yang pertama kali diisolasi pada tahun 1930. sehingga jelas bahwa sitrulin juga ada dalam buah semangka.akan tetapi hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan sitrulit pada kulit semangka lebih banyak dari pada dalam buahnya. Berikut adalah hasil penelitian Agnes M. Rimandoa dan Penelope M. Perkins-Veazie :

" kandungan sitrulin berkisar 3,9-28,5 mg / g berat kering (dwt) dan adalah serupa di antara jenis berbiji dan jenis tanpa biji (16,6 dan 20,3 mg / dwt g, masing-masing).
daging semangka Merah citrulline sedikit lebih rendah dari daging semangka kuning atau oranye (7,4, 28,5 dan 14,2 mg / dwt g, masing-masing).
Kulit buah mengandung citrulline lebih dari daging atas dasar berat kering (24,7 dan 16,7 mg / dwt g, masing-masing), tetapi sedikit kurang pada berat segar (fwt)
dasar (1,3 dan 1,9 mg / fwt g, masing-masing). "

MANFAAT SITRULIN

Sitrulin memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia :
1. citrulline membantu mengeluarkan amonia dari hati. sehingga dapat bersifat detoksifikasi
2. citrulline merupakan prekusor arginin yang dapat mensekresi asam nitrit (NO) untuk vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah. sehingga sitrullin dapat berperan untuk mengatasi hipertensi.
3. Menurut Medical News Today, efek vasodilatasi dari citrulline dapat mendukung fungsi seksual yang sehat (mirip viagra)

Sumber : riestyadp

Jumat, 25 November 2011

Tumis Pepaya

Beberapa hari ini Haura sedang demam dan batpil, sudah bisa ditebak dong dia lagi GTM (Gerakan Tutup Mulut) ... duhhh kalau anak gak mau makan bikin stresssssssss. Tapi teringat kata-kata Pak Wied Harry "Selama sakit dan beberapa hari  setelah sakit tubuh kita secara alami melambatkan proses mencerna. Sistem metabolisme sedang difokuskan untuk proses penyerapan dan asimilasi (pemanfaatan nutrisi untuk membangun sel) untuk pemulihan. Ini proses wajar sebagai bagian dari self-healingyang dilakukan oleh tubuh. Karena itu nafsu makan juga surut" .... ok noted !

Satu hal yang saya jaga saat sedang demam adalah menjaga asupan cairannya agar tidak dehidrasi, lalu pada saat saya tanya "Kak, mau makan apa ?" jawabnya "Aku mau mie" duhhh mengingat mie itu kaya akan gluten saya coba tawar "Bihun aja ya kak?" eh dia mau.......... Saat buka kulkas saya melihat ada buah pepaya muda yg rencananya akan dimasak menjadi lontong sayur. Hmmmm *mikir* saya jadi teringat dulu pernah dikirimkan masakan oleh Mbak Mei/ Ummi Fadhil (tetangga dekat rumah) tumisan buah pepaya muda dan rasanya mirip soun sampai saya pun tidak sadar kalau itu buah pepaya.  

Dan ternyata Haura pun tidak sadar kalau itu adalah buah pepaya, ia pikir bihun seperti biasa :p *yesssss* , oiya ini tumisan versi Mamam+Papapnya krn pakai cabe keriting kalau yg haura tidak diberikan cabe keriting.


Ingredients : 

300 gram buah pepaya muda diserut
100 gram udang kupas
    6 buah kacang panjang dipotong 2-3cm

    3 siung bawang merah diiris
    1 siung bawang putih diiris
    1 buah cabe keriting (untuk anak-anak tidak digunakan)


Direction :

  1. Buah pepaya muda yg telah diserut direndam dengan air garam lalu 'dibenyek-benyek" 8bingung bahasanya* agar getahnya keluar lalu tiriskan
  2. Tumis bawang merah, bawang putih dan cabe keriting sampai harum lalu masukkan udang 
  3. Setelah udang berubah warna masukkan kacang panjang lalu pepaya muda
  4. masukkan garam, gula putih dan merica secukupnya




    

Jumat, 07 Oktober 2011

Ca Cuciwis


cuciwis is one of my favorite vegetables, crisp taste that makes me love it especially when eaten with  'sambal terasi' .... yummy .....

Cuciwis is called kol mini because they are the upperside of the cabbage which is usually found in  accidentally discarded trunk of cabbage for proper growth. Greenish color, flavor and texture is similar to ordinary cabbage leaves, usually sold in plastic bag at the supermarket. Before processing, clean or dispose the old leaf sheath and cook with boiled/hot water. Cuciwis is delicious for tumis or lalapan ^_^
 


Ingredients:
200 grams cuciwis (cook with boiled /hot water)
3 pcs garlic
2 pcs onions 
2 pcs red chilli
oyster sauce, soy sauce, salt and sugar

Directions:
Heat oil and  put garlic, onions, red chilli until fragrant.
Enter cuciwis, stirring until blended.
Add oyster sauce, salt and sugar.
Lift and Serve.

This is it.... Ca Cuciwis