Halaman

Tampilkan postingan dengan label Traveler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveler. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2012

Warung Lela Bandung (Wale)

Tempat makan yang satu ini sudah cukup terkenal di Bandung, untuk rasa sih menurut saya enak tapi tidak ada sesuatu yang sangat special di menunya. Yang special dan membedakan dengan tempat makan bakso adalah suasana tempat makannya. Kapan lagi bisa nge'bakso' sambil menikmati pemandangan kota Bandung dari ketinggian ^_^


Pertama kali diajak teman makan disini sempat komplain sih, makan bakso aja jauhhh benerrrrr :D hihi tapi emang seru loh apalagi kalau rame-rame atau berduaan sama si 'dia' (suami maksudnya). Udara dago yang dingin sambil menyantap mie yamin bakso yang pedas... uhuyyy manstabbb ^_^
Yang banyak dicari orang sih mie yamin nya ini tapi menurut saya untuk rasa kalah jauh dengan Mie Yamin Akung di jalan Lodaya. Porsinya pas untuk perut saya #eluselus perut bahkan masih bisa icip-icip sop buntutnya Yangti (ketauan deh rakusnya)

slruppppppppp......
Kalau ada yang tidak suka mie dan bakso masih banyak menu yang lainnya salah satunya sop buntut. Sop buntutnya yang aku suka kuahnya bening dan tidak berlemak walaupun kuahnya sudah dingin, potongan daun bawang yang besar-besar dan tomat juga menimbulkan cita rasa tersendiri #tsaaahhhhh bahasanya dah kaya pakar kuliner ajee #tepokjidat :p hehehe

tambahkan sambal, perasan jeruk nipis + kecap......... yummyyy



segerrrr ^_^

Selasa, 17 Juli 2012

Turkish Ice Cream (Es Krim Turki)


Siang tadi cuaca di Berau panassss, dan tiba-tiba terbayang rasa es krim turki yang pernah saya nikmati di Clarke Quay Singapore saat menunggu antrian perahu pada bulan April kemarin.
Awalnya tidak sengaja menemukan 'tukang es krim' ini, saat duduk di pinggir sungai tiba-tiba mata saya tertuju pada sebuah booth yang memampang harga $5 #lihat harga murah langsung ijooo ^_^



Iseng saya datangi booth tersebut karena bosan juga duduk-duduk menunggu antrian perahu, saat dekat baru deh saya ngeh kalau itu penjual es krim turki dan tanpa pikir panjang langsung saya pesan 1 cup ($5) dan 1 cone ($3)


Penjual ice cream Truki ini sering iseng dengan pura-pura memberikan es krim lalu mendadak ditarik kembali sambil berpura-pura menambahkan ice cream. Atau saat cup/cone sudah penuhdan diberikan kepada kita ia tiba-tiba memberikan cup/cone yang kosong, Haura sampai terbahak-bahak melihat kelakuan pedagang ice cream tersebut. Pedagang menggunakan tongkat yang panjang  untuk mengaduk dan mengambil ice cream yang teksturnya seperti permen karet, kadang sang penjual membunyikan lonceng untuk menarik perhatian pengunjung.

cone $3

Ice cream khas turki ini terbuat dari susu kambing dengan adonan sejenis sahlep yang terbuat dari anggrek, sehingga sukar untuk meleleh. Adonannya bisa diangkat sampai ke atas tanpa terjatuh dengan menggunakan tongkat yang panjang. Pedagang biasanya 'unjuk gigi' dan kalau kita terlihat takjub akan semakin 'banyak gaya' :D hehehe


yummy
Rasanya berbeda dengan ice cream pada umumnya yang membedakan ya teksturnya yang seperti permen karet tapi saat masuk ke dalam mulut langsung meleleh #lap iler...  Dannn satu hal lagi yang saya suka rasanya tidak terlalu manis, komposisinya benar-benar pas ^_^ biasanya saat setelah memakan ice cream pasti kehausan karena rasa ice cream yang manis , tetapi ice cream turki ini tidak loh... Aduhhh  jadi tambah pengen :)

saat di sendok tidak terputusss.. duh beneran deh yummyyy

jatah papap sampai diambil sama Haura

Haura jadi gak BT deh nunggu perahu datang ^_^

Clarke Quay