Halaman

Tampilkan postingan dengan label MPASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MPASI. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Agustus 2012

Daging Sapi untuk MPASI Awal

Saat itu saya sedang mengobrol dengan Pak Wied Harry via chat tentang daging sapi untuk MPASI awal pada bayi,  obrolannya seru sekali jadinya bahas macem-macem deh :) tambah ilmu *jogedjoged*
Hanya selang beberapa hari beliau mengupas tuntas di wall nya , sekalian deh dicopas siapa tau bermanfaat untuk para ibu yang sedang galau #tsahhhhh

.:MakananBayi:. [DAGING SAPI UNTUK MP-ASI AWAL (USIA 6-7 BULAN)] Pertanyaan spt ini beberapa kali diajukan pd saya "Pak Wied, mana lebih baik diberikan duluan pd bayi: buah2an segar atau daging sapi? Krn saya dipaksa memberikan daging, katanya agar bayi saya tidak kekurangan zat besi."

Minggu, 17 Juni 2012

MPASI 7 bulan - Bubur Lembut

Alhamdulillah setelah satu bulan berlalu Hanif lulus semua buah yang diberikan, hanya sempat saat memperkenalkan melon agak menolak di awal tapi setelah suapan keempat lancar jayaaaaa #jogedjoged. Setelah diperhatikan Hanif suka sekali dengan buah pepaya, terkadang tidak sabaran mulutnya mangapp terus .. 'ammmmmm'


Menginjak usia 7 bulan menurut paririmbon yang saya baca, setelah buah-buahan segar saat MPASI 6 bulan   secara bertahap bayi dikenalkan dengan makanan lain seperti pati (nasi, kentang & makanan pokok lainnya) dan serat (sayur-sayuran). Pada awal pengenalan dua jenis makanan ini sebaiknya tidak ditambah protein hewani. 


Mengapa ? 
  • proses pencernaan protein hewani cukup rumit (terutama daging sapi dan daging ayam)
  • agar bayi mengenal cita rasa makanan secara bertahap
  • agar organ pencernaan tidak bekerja berat mencerna pati dan protein hewani sekaligus
Manfaat sayuran 




Makanan sumber pati 

  • Nasi : beras putih, merah, hitam --- direbus hingga empuk lalu dihaluskan
  • Kentang, ubi jalar (merah,ungu, kuning), singkong --- dikupas dimasak hingga empuk lalu dihaluskan
  • Jagung --- diiris dari tongkolnya dimasak hingga empuk lalu dihaluskan     
  • Oat/Havermut --- dimasak hingga matang lalu dihaluskan
Sayuran
  • Bayam , kangkung, sawi hijau, sawi putih, pakis--- diambil daunnya dicincang halus/dihalukan , dimasak hingga empuk
  • Wortel --- dikupas, dihaluskan/diserut , dimasak hingga empuk atau sebaliknya dimasak dulu baru dihaluskan
  • Brokoli, kembang kol --- diambil daunnya , dimasak hingga empuk lalu dihaluskan
  • Buncis, kacang polong --- dimasak hingag empuk allau dihaluskan
  • Sayur: 3warna / hari; 1.5 - 2.5 cangkir/hari
NO SALT+NO SUGAR
Garam dan gula sudah terpenuhi dengan sendirinya dari makanan kita. Garam (natrium): sudah didapat dari telur, ikan, ayam, daging, plain yoghurt.Gula: dari buah dan pati.
Garam - gula nakal (tidak perlu dikonsumsi oleh bayi, orang dewasa juga harus mengurangi): garam dapur, makanan asin seperti keju, kecap, kaldu instan, gula pasir, sufor, meises, selai coklat, permen, sereal nakal (milo, coco crunch, honeystar,dll).







Happy Healthy Cooking 


Kamis, 08 Maret 2012

Karier Makanan Sehat Alami



Berawal sering mengunjungi blog Bunda Aya di pertengahan 2010 dan mengagumi menu makanan Aya yang berwarnawarni seperti pelangi berbanding terbalik dengan Haura yg kadang hanya nasi+ayamgoreng, nasi+telurceplok, nasi+sosis #tepokjidat. Saat Haura berumur 18 bulan sempat GTM berat, akhirnya saya hanya berpikir 'ah yang penting makan dan kenyang' dan saya pun sempat memberikan susu ped****re  sebagai solusi dengan harapan untuk memenuhi gizi Haura.  Saat Haura tidak mau makan tetapi ia mau minum susu saya merasa tenang tapi ternyata itulah kesalahan terbesar saya, hal tersebut malah memperparah GTMnya Haura selama ini saya salah kaprah. Alhamdulillah saya hanya sempat memberikan susu tersebut selama satu bulan karena tersadar setelah membaca tulisan Ibu Mia Sutanto, buku Pak Wied Harry dan beberapa artikel tentang gizi berimbang. 


Sedih, bingung, pusing setelah tahu bahwa pola makan Haura yang sangat sangat sangat berantakan. Saya jadi kembali teringat saat masa awal MPASI Haura, walaupun niat memberikan MPASI homemade itu besar tapi karena ilmu yang saya tahu sedikit sekali jadinya tidak maksimal. Saya ingat sekali saat itu Haura genap 6 bulan berdasarkan buku yang saya baca, resepnya tepung beras+susu formula  saat itu saya memakai tepung beras untuk membuat kue dan membeli susu formula (pdhl Haura konsumsi ASI ) hanya selang beberapa menit Haura muntah-muntah hebat. Akhirnya karena ketidaktauan saya dan mendapat masukan dari beberapa teman setelah kejadian tersebut saya memberikan biskuit bayi selama 2 minggu lalu lanjut dengan membuat sendiri MPASInya. Dan saya pun melakukan kesalahan kembali karena keasyikan dan terserang virus ‘malas’ walalupun sudah berhomemade ria memberikan makanan sehat alami saya keasyikan memblender makanannya, masalah kembali datang sampai berumur 15 bulan Haura tidak bisa mengunyah dengan baik untuk memakan nasi utuh  harus diblender.  Itulah mengapa niat dan ilmu harus ada , niat tanpa ilmu tidak akan berhasil begitu juga sebaliknya. 




Apa yang saya tanam itu yang saya tuai,  ketika Haura  menginjak umur 2 tahun karena kurang beragamnya sayuran dan kurangnya konsumsi buah, Haura tidak menyukai sayuran dan buah. Saya perhatikan juga daya tahan tubuh Haura tidak bagus gampang sekali tertular dan terserang batukpilek. Saat itu saya sedang mengandung anak ke-2 saya dan saya bertekad untuk mengembalikan pola makan Haura agar mau memakan sayur dan buah sebelum adiknya lahir. Setelah tanya sana-sini dan saya memang banyak ngobrol dengan Bunda Aya, saya benar-benar penasaran bagaimana Aya bisa dengan sukarelanya memakan sayuran yang hanya dikukus. Saya pun diberi tahu tentang Pak Wied Harry, saya beli buku-bukunya saya ikut milisnya dan saya baca beberapa artikelnya, saya pun sempat mengikuti kursus online beliau. 


Saya terinspirasi Tata Bonita sang master Bento, saya pun membuat makanan Haura seperti 'Bento' ala Jepang. Dimakan ? tentu tidak hanya diacak-acak sodara-sodara T____T. Tanpa bosan-bosannya saya terus menyajikan makanan ala Bento walaupun kadang hanya diacak-acak dan dipilih sayurannya. Hal ini sempat membuat saya sedikit frustasi tapi saya tidak  menyerah dan malah akhirnya karena keterpaksaan tersebut saya berbalik mencintai kegiatan menyusun makanan ala 'Bento'. Dengan menyusun makanan ala Bento benar-benar menstimulasi hormon oksitosin dalam tubuh saya ^_^.


Saya terpikir untuk menyembunyikan sayuran tersebut dalam menu Haura, langkah pertama 

1. sayuran di haluskan lalu dicampurkan ke nasi, adonan nugget, adonan bakso, cake, puding dll

2. beberapa minggu tekstur sayuran saya buat agak kasar dengan dirajang kecil-kecil

3. campuran sayuran selanjutnya  dirajang agak besar

4. dannnnn tibalah waktunya Haura mau makan sayuran dalam bentuk utuh

Teringat sekali saat itu pagi hari saya menanyakan menu apa yang Haura inginkan
"Kakak mau makan  apa ?" "Aku mau makan pumpkin sama bayam mam"

#shock ya untuk pertama kalinya ia meminta sayuran, rasanya saya ingin meneteskan air mata bahwa perjuangan saya tidak sia-sia. Selama 4 bulan saya melakukan 'terapi makan sayur' pada Haura, emosi saya pun dibuat naik turun #elusdada.




yummy


Saya tidak ingin jatuh ke lubang yang sama, saya terus belajar tentang makanan yg sehat itu seperti apa. Saya kurangi asupan gula pada Haura , konsumsi gluten pun saya batasi minimal 3 hari sekali, produk olahan seperti sosis dan kemasan saya singkirkan, pemakaian santan selalu santan segar tidak ikut didihkan, untuk menumis/ menggoreng tidak saya gunakan mentega lagi, membuat pudding pun memasukkan buah tidak seperti dulu yang ikut didihkan, dll. Huaaaaa Banyak sekali perubahan yang saya lakukan , semuanya demi keluarga khususnya Haura saat itu.  i'm not a cook nor chef, i'm just an ordinary mom who loves to cook for my husband, my daughter & son




pure pear
Pelan-pelan saya pun memberikan buah-buahan sesaat setalah bangun tidur berupa jus atau buah potong, tidak lupa kami selalu mencontohkan makan sayuran dan buah dengan lahap di depan Haura. Sebelum tidur saya selalu ceritakan tentang manfaat sayuran dan buah pada Haura, ibarat iklan yang terus kita lihat dan dengar setiap hari saya berharap manfaat sayuran dan buah pun tertanam pada Haura. Untuk beberapa orang mungkin terdengar dan terlihat aneh karena menurut mitos makan buah dengan perut kosong akan membuat sakit perut, tapi kenyataannya tidak. Untuk ‘kegiatan’ kami yang satu ini cukup mendapat pertentangan di lingkungan sekitar, “Pagi ko dikasi makan buah” “Teganya sarapan dikasi buah” , “Anaknya nanti diare” , tapi Alhamdulillah kami tidak merasakan apa yang ditakuti orang-orang sekitar yang ada kami merasa tubuh lebih fresh. Anak peniru ulung , kalau menginginkan anak berbuat baik maka  orang tua harus mencontohkannya begitu juga dengan makanan bagaimana mungkin anak akan makan makanan yg sehat jika Ayah Ibunya tidak mencontohkan, saatnya berintrospeksi diri RIGHT ?





suapan pertama


24 Maret 2011 hadirlah  bayi laki-laki yang kami beri nama Hanif Asyadda Wibowo, untuk Hanif persiapan memberikan ASI dan MPASI nya lebih maksimal dibandingkan Haura. Saya tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, saya belajar dari kesalahan yg telah saya perbuat dulu karena minimnya ilmu, pengetahuan dan informasi yg saya dapat. Saat hamil saya rajin mengikuti Kelas Edukasi AIMI , buku-buku tentang MPASI pun tidak lupa saya beli dan baca sampai tamat, perlengkapan MPASI  saya beli dengan lengkap walaupun kenyataan di lapangan beberapa  perlengkapan MPASI banyak yg tidak terpakai.




Tim Beras hitam kecipir wortel ikan putih
24-Oktober 2011 Hanif lulus ASI eksklusif dan mulai makan untuk pertama kalinya, hari pertama saya memperkenalkan pure pear Alhamdulillah langsung habis tanpa ada keulitan sedikitpun saat menyuapi. Setiap bahan makanan saya tes selama 3 hari jika tidak ada reaksi alergi saya nyatakan lulus dan saya catat agar tidak lupa. Memasuki umur 7 bulan Hanif mulai makan bubur lembut, nah untuk penyajian  saya mengikuti saran dr.Purnamawati dengan memisahkan bahan makanan tidak dicampur aduk dan dicampur jadi satu. Tujuannya agar anak mengenal rasa masing-masing makanan sehingga rasanya enak dan jelas juga lebih cantik dan menarik. Sebelumnya saya ragu apakah saya akan sempat menyiapkan makanan yg terpisah-pisah mengingat tidak ada ART yang membantu tapi dengan berjalannya waktu alhamdulillah semua terhandle dengan baik. Saya ingin membuktikan MPASI homemade/memberikan makanan sehat alami itu tidak repot, insyaAllah kalau ada niat pasti ada jalan. 

Hal yang paling penting dalam pembelajaran kali ini adalah  belajar berempati. Berempati dengan tidak mengukur ambang cita rasa bayi yang masih sangat sensitif dengan ambang cita rasa kami. Bayi tidak mengenal kurang gurih, kurang asin, kurang manis seperti ketakutan para orang tua khususnya ibu yang tidak PD memberikan makanan no gulgar pada bayinya. Dahi saya mengernyit saat melihat Hanif dengan lahapnya memakan kecipir kukus dan ikan lele kukus tanpa tambahan gula garam sedikit pun. Tapi ya itu terjadi, bayi memang masih sangat sensitif ^_^. 


Pagi hari saya menyiapkan jus atau buah potong dan menu sarapan karbo yang simple, Alhamdulillah ada teman yg berbaik hati juga yang memberikan saya Slow Cooker, jadi pagi hari sebelum mengantar Haura sekolah saya masak bubur untuk Hanif walalupun terkadang karbo tidak hanya dari beras bisa dari bahan lainnya seperti kentang, singkong, ubi, dll. Saat pukul 11 siang setelah menjemput Haura sekolah saya menyiapkan sayuran lauk untuk makan siang , karena kebiasaan saya selalu menyiapkan makanan sesaat sebelum dimakan terutama sayuran. Untuk mempermudah bisa dibuatkan jadwal masakan baik untuk MPASI dan makanan utk dewasa sehingga saat belanja pun sudah terbayang apa saja yang akan di masak per hari itu. Tidak lupa selalu meyiapkan bumbu bawang (bawang putih+bawang merah dihaluskan lalau digoreng), ini sangat membantu sehingga waktu memasak menu kakak / dewasa menjadi lebih cepat.




Memasuki umur 8 bulan kegiatan memasak MPASI lebih seru karena ada penambahan protein, yang paling seru saat saya harus berhadapan dengan si ikan lele, rasanya mau pingsan saat saya menyentuh badan ikan yg licin sekali dan bentuknya yang menjijikan seperti ular tapi demi anak-anak saya rela detak jantung saya berdetak lebih cepat #lebayy . Tidak terasa Hanif sudah 11 bulan makanannya sudah mulai cincang kasar tidak dihaluskan kembali, ia sedang belajar mengunyah. 



Waktu
MENU MAKANAN
Hanif
Haura
Papap+Mamam
pagi
jus pepaya jeruk
kabocha kukus
kabocha kukus
Pepaya potong porsi besar 
telur rebus
camilan
buah
siang
steam/kukus ikan
ikan bakar
ikan bakar+sambal
sayur kangkung
tahu goreng
tahu goreng
tomat rebus
sayur kangkung
tumis kangkung rawit
camilan
jagung rebus
malam
tahu kukus
tumis tahu buncis
buncis rebus


Ya entah mengapa saya sangat menikmatinya , mungkin bagi beberapa orang merasa kerepotan mengurus dua balita tanpa bantuan siapapun tapi Alhamdulillah sampai sekarang tidak menemukan kendala yang berarti walaupun kadang saya merasa jenuh tapi jika melihat senyum dan lahapnya mereka memakan makanan yang saya sajikan semua rasa jenuh, lelah itu hilang seketika. Saya hanya berdoa agar saya selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT agar selalu bisa menyiapkan makanan sehat alami untuk suami dan kedua anak saya.


Kami merasakan sendiri semenjak pola makan anak-anak teratur dan tidak 'sembarangan' daya tahan tubuh mereka bagus selain karena Haura yang mendapatkan ASI selama 26 bulan dan Hanif yg masih ASI sampai saat ini. Tidak cukup puas dengan diri sendiri saya pun berusaha mengajak dan mengingatkan beberapa teman yang lain, tujuan saya hanya satu agar mereka tidak melakukan kesalahan seperti saya.  Kondisi beberapa teman yang dengan santainya tidak memberikan makanan pada anaknya karena anaknya tidak mau makan hanya mau minum susu formula, atau konsumsi bahan kemasan setiap hari atau para bayi berumur 4 bulan yang sudah diberi makanan instan membuat saya sedikit gemes. Ternyata tidak mudah juga memberikan masukan, mengingatkan apalagi saya hanya seorang Ibu Rumah Tangga biasa dengan background bukan dari kesehatan. Mindset masyarakat yang sangat mengagungkan susu formula dan makanan kemasan itu susah sekali diluruskan, belum lagi iklan makanan kemasan dan susu formula yang sangat gencar baik di media elektronik dan media cetak. Belum lagi sampai saat ini saya merasakan kurangnya dukungan pemberian ASI dan MPASI homemade  di tempat saya tinggal. Saya pun berangan-angan dan bermimpi bisa menghadirkan para konselor laktasi atau ahli gizi di kota kecil tempat saya tinggal ini, saya berharap jika seorang pakar yg menjelaskan mungkin para ibu jadi terbuka pikirannya.


Alhamdulillah setelah tanya sana-sini dan mengajukan usulan ke Persatuan Istri Karyawan tempat suami saya bekerja, akhirnya tanggal 19 Februari 2011 Bapak Wied Harry mengadakan talkshow dan demo makanan sehat di kota tempat saya tinggal. Hasilnya sungguh luar biasa di luar perkiraan para ibu sangat antusias sekali mengikuti acara tersebut dan sudah bisa ditebak banyak yang terkaget-kaget dengan penjelasan Pak Wied Harry. Selesai acara saya mendengar para peserta langsung berbelanja buah-buahan dan sayuran, perasaan saya senang bahagia rasanya seharian itu saya ingin tersenyum setiap saat. Saya masih punya mimpi semoga virus ASI ,MPASI dan Toddlerfood homemade bisa tersebar di Bumi Batiwakal ini (red : Berau). Semoga suatu saat nanti AIMI bisa mengadakan kelas edukasi di sini dan Pak Wied Harry bisa mengadakan Talkshow dan demo makanan sehat lagi dengan peserta masyarakat luas. Saya tidak ingin sendirian saya ingin semua terserang 'virus makanan alami’ 


Memberikan makanan instan memang sangat mudah hanya menyeduhnya dengan air panas tidak butuh waktu yang lama dan perlengkapan yang ‘rempong’ tapi saya lebih tidak tega membayangkan betapa ‘rempong’nya pencernaan anak-anak mengolah segala macam food additives di dalam nya. Memberikan makanan sehat yang alami adalah sebuah investasi besar untuk anak, hasilnya akan sangat terasa saat mereka tumbuh besar dan dewasa.  Ber’homemade’ria  sangat membutuhkan niat dan ilmu, niat tanpa ilmu tidak akan bisa, ilmu tanpa niat pun tidak akan jalan. Menjadi seorang ibu harus terus belajar belajar dan belajar …. Karier memberikan makanan sehat alami pada anak (dan mendidik anak) adalah sebuah karier sekali lewat dalam seumur hidup. Tidak pernah dikejar ulangkutipan Wied Harry yang selalu membuat saya bersemangat setiap harinya ^_^



Haura, Hanif….
Semoga ikhtiar Mam&Pap saat ini, kelak bisa menjadi bekal yang memadai, saat kalian besar nanti…..Aminnnnn  

Happy Healthy Cooking ^_^
















Senin, 06 Februari 2012

Tips&Trik MPASI & Toddler food Homemade




Akhir-akhir ini saya mendapat kiriman pesan dari beberapa teman dan menanyakan ko sempet2nya masak dan jepratjepret dengan dua balita tanpa ART. Disini saya kan bercerita plus membagi tips dan trik nya ^_^, mudah2an bisa bermanfaat untuk teman-teman yang mengalami kondisi yang sama dengan saya.
Saat memasak MPASI untuk adik itu berarti saya memasak juga makanan untuk si kakak dan memasak juga untuk saya dan Papap, alhamdulillah saya sangat bersyukur selera Papap dan kakak Haura 'gak ribet'. 

Misal seperti saat ini saya berencana memasak ikan patin dan sayur kangkung, berarti menu makanan hari ini semua sama dari mulai kami (dewasa) , Haura (kakak), Hanif (adik) hanya proses memasaknya yang berbeda ^_^.

Menu dewasa : Ikan Patin dibakar/goreng, tumis kangkung dan sambal terasi
Menu kakak   : Ikan Patin dan kangkung  (tergantung request, mau menu dewasa atau menu adik), kali ini Haura ingin seperti adik, ikan patin saya bakar (bumbu : jeruk nipis+garam), kangkung saya rebus sebentar.


Untuk menumis saya biasanya menggunakan bumbu/minyak bawang
yg sudah saya buat sebelumnya sehingga menghemat waktu memasak.

Menu Kakak Haura


Menu adik      : Ikan Patin dikukus, kangkung direbus sebentar cincang, tomat rebus dihaluskan
Menu adik Hanif

Untuk nasi adik makan beras  hitam , tapi kalau kami (dewasa) mencampur beras putih dan beras hitam mengingat harga berasa hitam yang sangat mahal jadi saya akali dengan mengkombinasikannya walaupun terkadang kami juga mengkonsumsi beras hitam tanpa campuran
Untuk mengolah ikan patin jangan lupa sebelumnya membalurnya dengan air jeruk nipis sampai kesat. 


Kalau untuk sesi jeprat jepret saya lakukan saat makanan masih panas jadi sembari nunggu makanan dingin dan Hanif bangun dari tidur. Alhamdulillah jadwal tidur dan makan mereka teratur sehingga saya pun masih bisa menyalurkan hobi saya :)


06.30wita 
Sarapan buah lalu lanjut karbo ringan 
Menu Dewasa : buah potong --- omlet/oat/nasi goreng dll
Menu Kakak   : buah potong/pure buah ---  omlet/oat/nasi goreng dll
Menu adik       : pure buah - karbo+sayur

10.00wita 
Ngemil buah potong , main sebentar lalu adik Hanif tidur nah saat ini lah saya menyiapkan makanan untuk mereka , biasanya untuk protein/lauk saya langsung masak untuk masing-masing 2 porsi (makan siang+makan malam), tapi untuk sayur saya selalu fresh beberapa saat sebelum makan.

12.00wita Makan siang

14.00wita
Tidur siang,,,,,,,, saatnya me time (online, browsing sanasini, bacabuku, jepratjepret, belajarprogram2komputer, baking,nyoba resep baru atau kadang ikutan tidur :p 


16.00wita  
Bangun tidur, sembari saya menyiapakan makanan kakak bermain sambil menjaga adik


17.00wita  
Makan malam eh sore ya hitungannya ^_^, kalau sempat jepratjepret dulu (mengejar matahari) kalau engga ya langsung makan/nyuapin (gimana mood) baru mandi deh atau sebaliknya mandi dulu baru makan

Malam : ngemilllll buah

Siapa bilang MPASI & Toddler food homemade ribettt ?? engga ko... dibawa have fun aja mom ... SERU !!


Oiya , semua peralatan masak dan makan harus langsung dicuci agar pekerjaan tidak menumpuk selain itu mencegah bekteri, kuman nemplok. Intinya jika ada yang bisa dilakukan saat itu juga LAKUKAN jangan menunda pekerjaan ^_^..


Happy healthy cooking ..............
         




Sabtu, 04 Februari 2012

Bubur wortel lele

Lele ?? dulu sukaaaaaaaaaa sekali  tapi semenjak mencoba memasaknya sendiri langsung ilfil berat... Suartu hari iseng ingin memasak lele gara-gara melihat liputan warung lele lela di salah satu stasiun tv eh pas lagi cuci ikan lele berasa geli banget, licin, item dan mata lele melotot dan seolah berkata "apa lihat-lihat" :) ..hiiiiiiii... lalu dengan 'kekuatan bulan' *ala sailormoon* akhirnya terus memberanikan diri mencuci sampai bersih tapi  berasa licin terus. Saat itu perasaan campur aduk, semakin dipandang ko si lele jadi mirip ular akhirnya mam potong deh kepalanya ehhhhhh malah tambah mirip ... Dannn endingnya itu lele 1kg mam masukkan ke dalam kantong kresek dan diberikan ke pegawai di warung :p

Haura : "yummmy.... i love lele"
Mamam : #pengsan

Sekarang mencoba memberanikan diri mengolah ikan lele yang 'menggelikan' itu untuk 2H (baca : Haura Hanif). Perjuangan nya benar-benar membuat bulu kuduk merinding (ini mau masak lele atau ketemu setan ya, dasar emak-emak lebay).
Oiya ada kejadian lucu , saat mencuci ikan lelenya Haura ada di dapur dan ikut-ikutan mencuci (ceritanya ngebantuin) ehhhh ko dia malah seneng berasa main kali yaaaa "yihaaaaaaaa.... asik mam licin..." 





Bahan :
Beras putih
Wortel
Ikan Lele


Cara Membuat :
  • Cara membuat :Beras putih secukupnya dibuat bubur lalu saat hampir matang masukkan parutan wortel dan diaduk-aduk.
  • Ikan Lele dibalur dengan perasan jeruk nipis lalu dikukus sampai matang, setelah matang daging dicincang halus :)

Tim Beras Hitam Kecipir feat wortel ikan putih

Kemarin malam jalan-jalan ke toko bayi dan secara tidak sengaja saya menemukan piring yang dari dulu saya cari #loncatdora. Saya memang mencari piring bersekat empat agar sayuran pun terpisah masing-masing tidak di mix, selama ini jika ingin memberikan sayuran lebih dari satu penyajiannya saya mix.

Untuk berMPASI saat ini  memang begitu bersemangat setelah mengetahui sebaiknya penyajian  dipisah-pisah seperti ini, tampilannya pun sangat colorful. Hari ini hari kedua Hanif (10m10d) mencoba kecipir, makannya lahap sekali dan habis seperti biasanya ^_^

Mungkin beberapa ibu-ibu sudah mulai memberikan dairy product pada anaknya 8m+, atau sudah mulai mengenalkan makanan dengan teknik menumis menggunakan minyak goreng/butter tapi saya sampai saat ini masih saja mengolah makanan Hanif dengan dikukus ^_^. Saya akan bersabar sampai Hanif 12m+ saja, untuk bahan makanan karbonya  masih yang alami (beras, kentang, jagung, ubi, singkong dll) belum dikenalkan produk olahan seperti mie, pasta, bihun dll. Saya hanya teringat pesan Pak Wied Harry dan Mas Erikar Lebang yang selalu menekankan sebaiknya makanan seALAMI mungkin ^_^. Ternyata ingin sehat itu gak ribet yaaaa #peluk steam it  ^o^





Bahan : 
Beras Hitam
Kecipir
Wortel
Ikan Putih


Cara membuat :
  • Nasi Tim Hitam saya membuatnya dengan slow cooker, ukurannya pakai ilmu kira-kira :p hihihi kalau ingin lebih padat airnya dikurangi
  • Kecipir dikukus lalu dihaluskan
  • Wortel dikukus lalu diparut
  • Ikan putih dikukus (bisa ditambah bawang putih/ perasan jeruk nipis sebelum dikukus) lalu dicacah kecil-kecil


Simple kan ???? ^_^ Semangatttttttt

Senin, 05 Desember 2011

Bubur Oat Kakap Buncis

Ini menu MPASI Hanif kalau mamam lagi "males" .... ikan kakap dan buncis di kukus lalu masak oatmeal ... taraaaaaa... Hanif tetep bisa makan dengan lahap dan sehat  ^__^


Bahan :
  4 sdm oat (jangan muncung ya)
10 gram daging ikan kakap 
  8 buah buncis muda 
     jeruk nipis secukupnya

Cara Membuat :
  • Masak Oat sampai matang lalu dihaluskan/diblender/disaring
  • Kukus ikan kakap yang telah dilumuri perasan jeruk nipis sampai matang pisahkan duri-durinya lalu dihaluskan/diblender/disaring
  • Kukus buncis muda sampai matang lalu diparut/dihaluskan/diblender/disaring

ludesssssssssss

Minggu, 04 Desember 2011

Bubur Beras Hitam Ayam Brokoli

Syukur alhamdulillah di Berau sekarang sudah ada yang jual beras merah dan beras hitam walaupun harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan harga di pulau Jawa Rp. 37.000,-/kg #glek 

Apa sih Beras Hitam itu?

Beras Hitam adalah beras asli Republik Indonesia yang memiliki tinggi 2 meter dan berumur 6 bulan. Untuk menanamnya diperlukan lokasi khusus dan cara yang tidak biasa. Beras Hitam termasuk varietas beras yang berwarna hitam dan mengandung banyak manfaat. Seperti halnya Ketan Putih berbeda dengan Beras Putih, Beras Hitam juga berbeda dengan Ketan Hitam. Meski Beras Hitam sedikit lengket, tapi tidak selengket Ketan Hitam. 

Beras Hitam mempunyai khasiat meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas), mengeluarkan racun (detoksifikasi), menyeimbangkan sistem metabolisme, serta memiliki aroma dan rasa yang lezat. Lebih dari itu, Beras Hitam juga bisa membantu penyembuhan berbagai penyakit seperti leukemia, diabetes, kegemukan, kanker, kolesterol, maag, asma, ginjal, hipatitis, anemia, masalah pencernaan, alergi makanan, masalah kewanitaan, mengurangi peradangan, memperbaiki kerusakan sel hati, memperlambat penuaan, sebagai antioksidan, dan lain-lain. (berashitam.com)


Bahan
20 gram Beras hitam
10 gram daging ayam kampung
  1 siung bawang putih
  4 kuntum brokoli

Cara Membuat
  • Rebus ayam kampung dan bawang putih sampai empuk lalu haluskan/blender/saring hingga lembu
  • Rebus beras dengan air kaldu ayam hingga matang lalu haluskan/blender/saring hingga lembut
  • Kukus brokoli sampai empuk dan haluskan /blender/saring hingga lembut

Sabtu, 03 Desember 2011

Bubur Oat Hati Brokoli

Untuk ikan laut memang berlimpahruah di Berau tapi kalau untuk sayuran saya terkadang matgay, sayurnya itu-itu sajaaaaa.... Rasanya ingin sekali memperkenalkan brokoli, bayam merah, edamame ke Hanif tapi apa daya tidak ada yang jual disini T_______T.

Tidak kehabisan akal akhirnya saya meminta tolong membelikan brokoli pada teman yang sedang berada di Samarinda dan akan pulang ke Berau (dihhhh sampe impor booo). yihaaaaaaa tadi pagi brokolinya diantarkan ke rumah dan Hanif sukaaaaa sekali baru kali ini ia 'mangap' dengan lebar tanpa harus saya bertindak 'heboh' :) biasanya saat menyuapi saya harus bernyanyi , bermain dan kadang menari bersama Haura :p  


Bahan :
4 sdm oat
1 buah hati ayam kampung
1 siung bawang putih dikeprak
4 kuntum brokoli

Cara Membuat :
  • Masak Oat sampai matang lalu dihaluskan/diblender/disaring
  • Rebus Hati ayam  dan bawang putih sampai matang lalu diparut/dihaluskan/diblender/disaring
  • Kukus brokoli sampai matang lalu dihaluskan/diblender/disaring


----Thank you Bunny nya Zachri yang dah mau dititipin beli brokoli ^_^----

Bubur Kakap Wortel

Hanif tidak terlalu doyan beras putih atau nasi putih tidak seperti kesukaanya pada beras merah kali ini ia hanya menghabiskan 1/2 porsi dari bubur beras putihnya tapi ikan dan wortelnya ludessss tak bersisa ^_^. Tiga hari berlalu dan sip... tidak ada tanda alergi.. lanjootttttttttttttt...... Ikan Kakap Lulus !


Bahan 
20 gram Beras putih
10 gram daging ikan kakap cincang
  1 lembar daun salam
20 gram wortel 

Cara Membuat 
  • Rebus ikan kakap sampai empuk lalu haluskan/blender/saring hingga lembut
  • Rebus beras dengan air kaldu ikan dan daun salam hingga menjadi bubur  lalu haluskan/blender/saring hingga lembut
  • Kukus wortel sampai empuk dan haluskan /blender/saring hingga lembut