Laman

Selasa, 23 Oktober 2012

Bebek Belur Berau ^_^

Akhirnyaaaa memberanikan diri membuat postingan yang satu ini ^_^ ... ada beberapa orang yang mengatakan kalau 'dagang' itu adalah bakat yaaa kebetulan saya pun begitu karena bakat .. 'bakat kubutuh' (read : karena butuh) :)hihihihi


Tahun 2009 saya memberanikan diri terjun dalam bisnis kuliner dengan mengambil franchise RED CRISPY dan hasilnya sungguh diluar dugaan  ^_^ hanya dua bulan saja sudah balik modal alias BEP.  Saat memasuki tahun ke 3 saya merasa kurang bebas ber'ekspresi' karena yg namanya franchise sudah ada SOP (Standar Operasional Prosedur) nya tersendiri dari pusat.
Kami berdua (saya+suami) hobi jalan dan jajan alias wisata kuliner, tempatnya pun kami tidak pilih-pilih gak perlu makan di rumah makan asal makanan nya enak kami gak masyalah. Dan setelah saya perhatikan masyarakat sini lebih suka dengan suasana 'emperan' , ada sebuah warung tempatnya nyaman harga pun sama saja dengan emperan tapi orang lebih memilih makan di emperan alasannya lebih terkesan santai.



Tapi ada beberapa poin yang sangat saya sayangkan jika makan di emperan (pinggir jalan) salah satunya kebersihan , yang membuat saya pun memilah-milah tempat makan ...
  • Kebersihan yang kurang apalagi di peralatan makan , biasanya piring atau gelas dicuci dengan cara dicelup ke dalam air di ember bahkan ada beberapa gelas yang tidak dicuci hanya dibuang airnya T____T
  • Minyak goreng yang digunakan tidak diganti-ganti alias sudah hitam pekattt dan tidak layak pakai 
  • Beberapa kali saya melihat es batu yang tidak habis dimasukkan kembali ke tempat es batu nya *wekssssss*
  •  Dan MSG yang berlebihhhhh... Kalau tukang bakso pakai MSG pasti lah yaaahhh lah disini sambal saja pakai MSG, gado-gado/lotek pakai MSG bahkan bubur/soto saja sebelum dituang bubur atau kuah sotonya dimasukkan MSG dulu .. belum lagi saya yakin buangedd di dalam bubur, ayam ungkep nya sudah pakai MSG.. TIDAGGGGG... mengapa ketergantungan sekali ya para pedagang ini dengan MSG
Setelah melihat kenyataan di lapangan dengan NEKAD saya coba membuat dagangan kuliner sendiri dengan resep dan brand sendiri...  PD ? pasti engga lahhh ... Selama ini hanya suami dan anak-anak yang menikmati masakan saya beberapa kali pernah coba masak bareng dengan teman-teman dan selalu gagal karena grogi.
Gak PD apakah orang akan suka dengan masakan ini apalagi saya mencoba mespesialisasikan diri pada 'Bebek' saya lihat di pulau Jawa sedang booming kuliner Bebek dan kebetulan suami pecinta Bebek berarti saya Bebek dong kan dia cinta saya *apasihhh* :p.

Saya mulai konsepnya

1. Tempat makan emperan tapi tetap dengan standar warung/rumah makan
  • Mencuci peralatan makan di air yang mengalir dan memakai sabun cuci piring yg bagus (contoh : sunlight)
  • Membersihkan bebek/ayam di air yang mengalir tidak asal 'kucek' bahkan kami menyembelih bebek sendiri untuk menekan biaya produksi dan menjaga kehalalan bebek itu sendiri  
2. Bahan Makanan yang segar dan alami
  • Semua makanan tidak memakai MSG apalagi pengawet atau pewarna buatan 
  • Saya terinspirasi Niken Pratiwi yang mengusulkan untuk mengusung PEDAS , karena saat ini pun sedang booming makanan PEDAS dan akan selalu dicari sperti yg pernah saya baca pula bahwa rasa  PEDAS akan membuat ketagihan :)
3. Minuman
  • Untuk es batu saya memproduksi sendiri dari air minum yang layak konsumsi , soalnya agak parno membeli es batu di pasaran 
  • Teh saya gunakan teh tubruk bukan teh celup
4. Minyak goreng
  • Untuk minyak goreng jika sudah tidak layak maka saya tidak menggunakannya lagi terkadang 1 hari bisa 2x ganti minyak , rugi ? tentu tidak tapi memang akan mengurangi keuntungan :) 

Untuk nama saya terinspirasi salah satu menu di Restoran Bunda Banyuwangi (restoran mertua) yaitu Bebek Balur tapi saya pelestkan menjadi Bebek Belur dan punya arti juga kalau kita makan pedas akan babak belur :)hehehe Walaupun setelah berjalan saya baru tahu ternyata brand Bebek Belur banyak yang pakai :)hihihi
Dengan jargon BEBEK BELUR SENSASI PEDAS GILA, SEGAR TANPA PENGAWET, GURIH TANPA MSG...

Untuk mengakkomodir orang-orang yang tidak suka bebek atau tidak bisa makan bebek kami ada menu lainnya
  1. Ayam goreng/bakar
  2. Ayam kampung goreng/bakar
  3. Paru goreng
  4. Babat goreng
  5. Gepuk
  6. Tahu/tempe goreng/bakar
  7. Pete goreng/bakar
Untuk sambal pun kami ada 2 pilihan
  1. Sambal Belur
  2. Sambal goreng
Doakan ya teman, mungkin saya termasuk yang aneh kenapa keukeuh masih 'idealis' tapi ada kepuasan tersendiri ketika kita mencari nafkah tapi tetap memegang idealis yang ada karena semata-mata bukan keuntungan saja yg dicari di bisnis ini.
Makanya terkadang saya heran dengan 'pedagang nakal' menjadi 'pedagang jujur' pun kami masih bisa mendapatkan keuntungan, insyaAllah rejeki sudah diatur Allah SWT dan sudah ada porsinya masing-masing dan alhamdulilah dengan dibantu 4 karyawan sampai saat ini Bebek Belur masih berdiri dan melayani para pecinta kuliner Berau.

Kedepannya saya ingin membuka cabang di wilayah Kaltim , konsepnya masih belum terpikir tapi insyaAllah niat saya ingin para karyawan ini maju ^_^

BEBEK BELUR 
Jl. Mangga II (depan swalayan Tops)
Tanjung Redeb - Berau Kalimantan Timur

gerobak bebek belur

Menu Ayam Kampung Belur ^_^

cepat gede yaaaaa, setiap sore bebek ini dimandikan lohhh

Untuk menjaga kualitas kami menyembelih sendiri bebek ^_^ (bebeknya bersih kan)

Suasana Bebek Belur

My asisstant

sukaaaaaa

Mamam, skrg jadi tukang bebek ya , bukan tukang ayam lagi ?? *jengkang

2 komentar:

  1. duuh maaauu mbaaak

    buka di siantaaar dooong mbaaak... hehehehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hohoho di siantar banyak makanan enak kan yaa ? :) *gak PD*

      Hapus