Halaman

Tampilkan postingan dengan label Berau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berau. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2016

Sop Ikan (Sop Ikan Berau)

Ada satu warung makan di Berau yang rameee banget kalau malam hari, nah satu waktu saat makan disana kami satu meja dengan turis lokal+bule. Akhirnya kami ngobrol tentang wisata di Berau dan turis itu bercerita kalau ia diberitahu temannya konon kalau gak makan sop ikan disini itu belum ke Berau, lah saya yg tinggal di Berau aja malah gak pernah. Beberapa kali sih makan di tempat ini tapi ya cuma menu ayam-ayaman saja. 

Coba ikut pesan sop ikan nya dan iseng saya lihat cara masaknya, saat dicoba rasanya ternyata memang beneran enakkkkk loh sensasi kuah asam, manis dan pedas. Hanya satu yang saya tidak sreg, sop disajikan di mangkok berbahan dasar melamin yang warnanya sudah butek dan permukaan mangkok yang sudah berubah kasar 😭😭😭 kebayang gak sih itu zat kimia di mangkok larut ke kuah sop yang panas beratus bahkan beribu kali. Masih maju mundur ngasih saran untuk mengganti tempat makanannya dengan bahan yang foodgrade. Atau kalau mau makan disana bisa request minta disajikan dengan piring kaca saja yaaa. 


Berbekal hasil mantengin dan ngobrol dengan koki yang masak, taraaaa akhirnya bisa masak sendiri 😁😁😁 #joged selain jauh lebih hemat dan lebih sehat dong ah tentunya 😘😘😘

Beli 1kg bisa buat sekeluarga makan 😁😁😁 harganya sama dengan 1 porsi jajan di luar 😁😁 #emakhemat

Resep sih mirip ya dengan steam ikan kakap yang biasa saya masak untuk Hauhan. 


Rabu, 21 November 2012

Daun Pandan ( Bisnis dan Idealisme )

Jika ada yang berkomentar bahwa bisnis dan idealisme tidak bisa dipersatukan itu adalah omong kosong. Bagi saya hidup berbisnis tidak hanya uang semata, ya bukan berarti saya tidak butuh uang toh memang tujuannya bisnis untuk mendapat uang kan kecuali kalau memang kegiatan 'non profit'. Tapi ketika melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang ada di hati menjalaninya lebih happy. 
Belajar dari beberapa teman dan berkaca dari para sahabat akhirnya saya mantap untuk benar-benar menyatukan kembali idealisme dan bisnis ...
Hal yang paling saya cermati jika 'jajan' di luar adalah pemakaian MSG yang berlebih, pemakaian bahan sintetis, kebersihan dan kecurangan. Sebagai keluarga yang hobby jajan saya selalu mendapati setelah enak 'menikmati' jajanan kadang ada rasa haus yang tak henti-henti atau tiba-tiba kepala terasa berat. Yup setelah konsultasi dengan dokter itu adalah salah satu efek dari MSG, memang tidak semua orag merasakannya mungkin karena saya terbiasa hidup 'MSG free' jadi ketika ada suatu makanan sintetis berlebih tubuh bereaksi. Walaupun sekarang makin heboh ada artikel yang menyebutkan bahwa MSG aman , nah kalau bisa yang alami kenapa harus yang buatan .. ya gak ??? 

Saya jatuh cinta pada salah satu rumah makan di Bandung yang menyajikan makanan dengan piring dan gelas seng bagi saya itu adalah pengalaman yang unik. Sejak saat itulah saya menyukai peralatan 'jadul' , tak heran saya sampai meminta tolong adik ipar untuk mencari peralatan tersebut di Cianjur lengkap dengan 'boboko' dan  'coet' kayunya. 

Untuk menu saya memilih menu tradisional dan menyelipkan satu menu berbau 'western' yaitu steak , di Berau makanan steak yang terjangkau masih jarang kami hanya bisa menemukan di restoran 'kelas atas' atau hotel yang harganya selangittttttttttt. Menu indonesia lainnya standar saja ikan bakar/goreng, ayam bakar/goreng, iga bakar , nasi goreng, mie goreng dll. Sementara minuman masih yang standar juga seperti teh manis, es jeruk, aneka juice dll. Oiya saking parnonya dengan 'es batu' saya pun sengaja membeli freezer khusus es batu , es batu dari air minuman bukan air keran seperti kebanyakan es batu di pasaran. Saya tidak main-main di bisnis ini saya ingin semuanya sesuai 'standar' saya dan keluarga. 

Proudly Present 


Selasa, 23 Oktober 2012

Bebek Belur Berau ^_^

Akhirnyaaaa memberanikan diri membuat postingan yang satu ini ^_^ ... ada beberapa orang yang mengatakan kalau 'dagang' itu adalah bakat yaaa kebetulan saya pun begitu karena bakat .. 'bakat kubutuh' (read : karena butuh) :)hihihihi


Tahun 2009 saya memberanikan diri terjun dalam bisnis kuliner dengan mengambil franchise RED CRISPY dan hasilnya sungguh diluar dugaan  ^_^ hanya dua bulan saja sudah balik modal alias BEP.  Saat memasuki tahun ke 3 saya merasa kurang bebas ber'ekspresi' karena yg namanya franchise sudah ada SOP (Standar Operasional Prosedur) nya tersendiri dari pusat.
Kami berdua (saya+suami) hobi jalan dan jajan alias wisata kuliner, tempatnya pun kami tidak pilih-pilih gak perlu makan di rumah makan asal makanan nya enak kami gak masyalah. Dan setelah saya perhatikan masyarakat sini lebih suka dengan suasana 'emperan' , ada sebuah warung tempatnya nyaman harga pun sama saja dengan emperan tapi orang lebih memilih makan di emperan alasannya lebih terkesan santai.