Halaman

Tampilkan postingan dengan label Masak Bareng Yuuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masak Bareng Yuuk. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2014

Keropok Lekor

Wah sudah lama tidak ikut tantangan Masak Bareng Yuuk, kemarin tidak sengaja baca tentang tantangan Masbar di Fb tentang kuliner Malaysia.


Sudah tiga hari ini flu berat dan pagi ini lumayan badan agak enak langsung kangen ngedapur, kebetulan tukang sayur lewat bawa ikan kembung, saya akan coba memasak keropok lekor.
Pertama kenal makanan yang satu ini sekitar tahun 2003, pada waktu itu saya berkunjung ke Malaysia karena kebetulan Bapak berdinas disana. Dan jajanan satu ini yang termasuk jajanan favorit saya, biasa ditemukan di emperan jalan atau saat pasar malam. Kalau kami sekeluarga mudik ke Malaysia pasti cari Keropok lekor ini. Keropok lekor ada dua jenis ada yg benar-benar seperti kerupuk teksturnya kering dan crunchy,  ada yg mirip dengan pempek. Bumbu saosnya pun hampir mirip dengan pempek, asam dan pedas tapi lebih kental. 


Sabtu, 28 Juli 2012

Cilok



Pertama kalinya ikut even Masak Bareng Yuuk  , temanya kali ini berbahan dasar sagu dan bertepatan dengan Ultahnya.. Happy Birthday yaaaa ^_^

Saat-saat bulan Ramadhan biasanya selalu teringat makanan kampung halaman , salah satunya cilok tanpa pikir panjang saat anak-anak tertidur pulas saya bergerilya di dapur untuk membuat cilok sebelum mereka bangun karena kalau mereka tahu mamamnya 'bermain tepung' bisa kacawwww kondisi dapur :). Terakhir bikin pempek bareng anak-anak lebih capek beresinnya dari pada bikinnya #lapkeringet :)hehehe kecuali kalau hanya Haura yang ikut nimbrung tapi kalau sama Hanif .. ooww.. tidaggggggg....


Resep cilok didapat dari saudara sepupu yang kebetulan berjualan cilok di kota Garut, adonan ini pun bisa dibuat cireng loh hanya tinggal digoreng saja. Persis dengan singkatannya kan cilok, aci dicolok, cireng aci digoreng :) hehe 


Bahan : 
Adonan cilok :
- 250 gram tepung terigu
- 500 gram tepung kanji / sagu
- air panas secukupnya (kira-kira saja tidak tau takarannya tapi jangan terlalu banyak)
- garam, gula, merica secukupnya
- irisan daun bawang
- isian : gajih sapi/ abon / sosis / keju

Bumbu :
- 3 siung bawang putih
- 3 siung cabe merah keriting (sesuai selera)
- 150 gram kacang tanah yang sudah digoreng
- gula merah secukupnya
- garam secukupnya

Cara Membuat :

Membuat Adonan
 - Tepung terigu, garam, gula, merica dicampur dengan air panas sampai basahnya merata (tidak menjadi cairan ya )
- Setelah menunggu agak dingin masukkan tepung kanji daun bawang lalu diuleni
- Setelah kalis siapkan air untuk merebus yang sudah diberikan garam dan sedikit minyak untuk merebus.
 - Bentuk adonan menjadi bulatan (bisa diisi gajih/abon/keju/sosis/daging ayam/daging sapi) dan masukkan pada air yang mendidih jika telah mengapung dan berwarna mengkilat angkat lalu tiriskan.

Bumbu Kacang
- Semua bahan diblender lalu didihkan sampai mengental


Info kuliner : 


Bubuk sagu dihasilkan dengan cara mengekstraksi pati dari umbi atau empulur batang yang dapat diolah menjadi berbagai makanan.Sagu sendiri dijual sebagai tepung curah maupun yang dipadatkan dan dikemas dengan daun pisang. Selain itu, saat ini sagu juga diolah menjadi mi dan mutiara.

Tepung sagu memiliki ciri fisik yang mirip dengan tepung tapioka. Dalam resep masakan, tepung sagu yang relatif sulit diperoleh sering diganti dengan tepung tapioka, meskipun keduanya sebenarnya berbeda.Perbedaannya hanyalah pada bahan pembuatnya jika tepung sagu terbuat dari pati pohon sagu, tepung tapioka atau kanji terbuat dari pati umbi ketela pohon.

Tepung sagu kaya dengan karbohidrat (pati) namun sangat miskin gizi lainnya. Seratus gram sagu kering setara dengan 355 kalori. Di dalamnya rata-rata terkandung 94 gram karbohidrat, 0,2 gram protein, 0,5 gram serat, 10 mg kalsium, 1,2 mg besi, dan lemak, karoten, tiamin, dan asam askorbat dalam jumlah kecil.

Walaupun gizi yang dikandung tidak tinggi, sagu juga mempunyai beberapa manfaat yang baik bagi tubuh. Diantaranya adalah tidak cepat meningkatkan kadar glukosa dalam darah sehingga cukup aman dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus. Serat pangan pada sagu memiliki zat yang bisa berfungsi sebagai pre-biotik, menjaga mikroflora usus, meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi resiko terjadinya kanker usus, mengurangi resiko terjadinya kanker paru-paru, mengurangi kegemukan, mempermudah buang air besar.

Sagu juga sering dikonsumsi bagi yang sedang diet karena dapat memberikan efek mengenyangkan, tetapi tidak menyebabkan gemuk. Untuk mengimbangi kandungan gizinya yang tidak terlalu tinggi, ada baiknya olahan sagu ditambah bahan-bahan kaya protein dan sayur mayur. Seperti Papeda atau bubur sagu, Sagu Pancake, Nasi Sagu, Puding Sagu, Kue Kering Sagu Keju, Ketupat Sayur, dan Bubur Kacang Hijau Sagu.
(sumber : komunikan.com )