Halaman

Sabtu, 26 Mei 2012

Healthy Rainbow Cake

Halooooooo #dadahdadah .... sudah lama nih tidak mampir kesini karena kesibukan yang padat #tsahhhhhhhhhh :p sibuk makan dan tidur di rumah yangtinya 2H ^_^

Saking sibuknya #nyengirkuda saya baru tahu loh ternyata lagi happpening banget yang namanya Rainbow Cake sama Red Velvet... wuiwwwww seru ya warnanya tapi ko setelah dipikir-pikir jadi serem ya liat warnanya walalupun pewarna makanan tapi kan lebih baik pewarna alami saja apalagi buat anak-anak. 

#trink (seolah-olah lampu menyala di atas kepala) ... Kalau tidak salah saat Pak Wied Harry talkshow di Berau memberikan resep kue pelangi, setelah ubek-ubek file dan ketemu deh .. taraaaaaaaaa nama cake nya CAKE KUKUS PELANGI biar keren namanya diganti ah HEALTHY RAINBOW CAKE  #sungkem sama Pak Wied Harry  :)hihi maen ganti nama resepnya.



Bahan :
  50 gram wortel , kukus haluskan
  50 gram brokoli, kukus haluskan 
100 gram tepung terigu serbaguna (segitaga biru)
    3 butir telur
   75 gram gula pasir
   25 gram keju chedddar serut
    3 sdm minyak goreng

Cara Membuat :
1. Kocok telur dan  gula dengan mikser kecepatan tinggi sampai mengembang dan kaku. Matikan dan angkat mikser.
2. Masukkan terigu, aduk rata dengan spatula besar, minyak goreng, keju
3. Bagi dua adonan, adonan 1 tambahkan wortel, adonan 2 tambahkan brokoli
4. Tuang ke dalam loyang. Kukus 20 menit dalam dandang mendidih.


NOTES :
  • Tepung Pengganti tepung terigu : TEPUNG KETAN HITAM/PUTIH & TEPUNG SINGKONG/MOCAF
  • Meskipun sudah dibuat lebih sehat, cake-kue ini tetap harus dikonsumsi sesekali dan dalam jumlah terbatas ya mom ^__^


Sumber resep : Wied Harry



Kamis, 08 Maret 2012

Karier Makanan Sehat Alami



Berawal sering mengunjungi blog Bunda Aya di pertengahan 2010 dan mengagumi menu makanan Aya yang berwarnawarni seperti pelangi berbanding terbalik dengan Haura yg kadang hanya nasi+ayamgoreng, nasi+telurceplok, nasi+sosis #tepokjidat. Saat Haura berumur 18 bulan sempat GTM berat, akhirnya saya hanya berpikir 'ah yang penting makan dan kenyang' dan saya pun sempat memberikan susu ped****re  sebagai solusi dengan harapan untuk memenuhi gizi Haura.  Saat Haura tidak mau makan tetapi ia mau minum susu saya merasa tenang tapi ternyata itulah kesalahan terbesar saya, hal tersebut malah memperparah GTMnya Haura selama ini saya salah kaprah. Alhamdulillah saya hanya sempat memberikan susu tersebut selama satu bulan karena tersadar setelah membaca tulisan Ibu Mia Sutanto, buku Pak Wied Harry dan beberapa artikel tentang gizi berimbang. 


Sedih, bingung, pusing setelah tahu bahwa pola makan Haura yang sangat sangat sangat berantakan. Saya jadi kembali teringat saat masa awal MPASI Haura, walaupun niat memberikan MPASI homemade itu besar tapi karena ilmu yang saya tahu sedikit sekali jadinya tidak maksimal. Saya ingat sekali saat itu Haura genap 6 bulan berdasarkan buku yang saya baca, resepnya tepung beras+susu formula  saat itu saya memakai tepung beras untuk membuat kue dan membeli susu formula (pdhl Haura konsumsi ASI ) hanya selang beberapa menit Haura muntah-muntah hebat. Akhirnya karena ketidaktauan saya dan mendapat masukan dari beberapa teman setelah kejadian tersebut saya memberikan biskuit bayi selama 2 minggu lalu lanjut dengan membuat sendiri MPASInya. Dan saya pun melakukan kesalahan kembali karena keasyikan dan terserang virus ‘malas’ walalupun sudah berhomemade ria memberikan makanan sehat alami saya keasyikan memblender makanannya, masalah kembali datang sampai berumur 15 bulan Haura tidak bisa mengunyah dengan baik untuk memakan nasi utuh  harus diblender.  Itulah mengapa niat dan ilmu harus ada , niat tanpa ilmu tidak akan berhasil begitu juga sebaliknya. 




Apa yang saya tanam itu yang saya tuai,  ketika Haura  menginjak umur 2 tahun karena kurang beragamnya sayuran dan kurangnya konsumsi buah, Haura tidak menyukai sayuran dan buah. Saya perhatikan juga daya tahan tubuh Haura tidak bagus gampang sekali tertular dan terserang batukpilek. Saat itu saya sedang mengandung anak ke-2 saya dan saya bertekad untuk mengembalikan pola makan Haura agar mau memakan sayur dan buah sebelum adiknya lahir. Setelah tanya sana-sini dan saya memang banyak ngobrol dengan Bunda Aya, saya benar-benar penasaran bagaimana Aya bisa dengan sukarelanya memakan sayuran yang hanya dikukus. Saya pun diberi tahu tentang Pak Wied Harry, saya beli buku-bukunya saya ikut milisnya dan saya baca beberapa artikelnya, saya pun sempat mengikuti kursus online beliau. 


Saya terinspirasi Tata Bonita sang master Bento, saya pun membuat makanan Haura seperti 'Bento' ala Jepang. Dimakan ? tentu tidak hanya diacak-acak sodara-sodara T____T. Tanpa bosan-bosannya saya terus menyajikan makanan ala Bento walaupun kadang hanya diacak-acak dan dipilih sayurannya. Hal ini sempat membuat saya sedikit frustasi tapi saya tidak  menyerah dan malah akhirnya karena keterpaksaan tersebut saya berbalik mencintai kegiatan menyusun makanan ala 'Bento'. Dengan menyusun makanan ala Bento benar-benar menstimulasi hormon oksitosin dalam tubuh saya ^_^.


Saya terpikir untuk menyembunyikan sayuran tersebut dalam menu Haura, langkah pertama 

1. sayuran di haluskan lalu dicampurkan ke nasi, adonan nugget, adonan bakso, cake, puding dll

2. beberapa minggu tekstur sayuran saya buat agak kasar dengan dirajang kecil-kecil

3. campuran sayuran selanjutnya  dirajang agak besar

4. dannnnn tibalah waktunya Haura mau makan sayuran dalam bentuk utuh

Teringat sekali saat itu pagi hari saya menanyakan menu apa yang Haura inginkan
"Kakak mau makan  apa ?" "Aku mau makan pumpkin sama bayam mam"

#shock ya untuk pertama kalinya ia meminta sayuran, rasanya saya ingin meneteskan air mata bahwa perjuangan saya tidak sia-sia. Selama 4 bulan saya melakukan 'terapi makan sayur' pada Haura, emosi saya pun dibuat naik turun #elusdada.




yummy


Saya tidak ingin jatuh ke lubang yang sama, saya terus belajar tentang makanan yg sehat itu seperti apa. Saya kurangi asupan gula pada Haura , konsumsi gluten pun saya batasi minimal 3 hari sekali, produk olahan seperti sosis dan kemasan saya singkirkan, pemakaian santan selalu santan segar tidak ikut didihkan, untuk menumis/ menggoreng tidak saya gunakan mentega lagi, membuat pudding pun memasukkan buah tidak seperti dulu yang ikut didihkan, dll. Huaaaaa Banyak sekali perubahan yang saya lakukan , semuanya demi keluarga khususnya Haura saat itu.  i'm not a cook nor chef, i'm just an ordinary mom who loves to cook for my husband, my daughter & son. 




pure pear
Pelan-pelan saya pun memberikan buah-buahan sesaat setalah bangun tidur berupa jus atau buah potong, tidak lupa kami selalu mencontohkan makan sayuran dan buah dengan lahap di depan Haura. Sebelum tidur saya selalu ceritakan tentang manfaat sayuran dan buah pada Haura, ibarat iklan yang terus kita lihat dan dengar setiap hari saya berharap manfaat sayuran dan buah pun tertanam pada Haura. Untuk beberapa orang mungkin terdengar dan terlihat aneh karena menurut mitos makan buah dengan perut kosong akan membuat sakit perut, tapi kenyataannya tidak. Untuk ‘kegiatan’ kami yang satu ini cukup mendapat pertentangan di lingkungan sekitar, “Pagi ko dikasi makan buah” “Teganya sarapan dikasi buah” , “Anaknya nanti diare” , tapi Alhamdulillah kami tidak merasakan apa yang ditakuti orang-orang sekitar yang ada kami merasa tubuh lebih fresh. Anak peniru ulung , kalau menginginkan anak berbuat baik maka  orang tua harus mencontohkannya begitu juga dengan makanan bagaimana mungkin anak akan makan makanan yg sehat jika Ayah Ibunya tidak mencontohkan, saatnya berintrospeksi diri RIGHT ?





suapan pertama


24 Maret 2011 hadirlah  bayi laki-laki yang kami beri nama Hanif Asyadda Wibowo, untuk Hanif persiapan memberikan ASI dan MPASI nya lebih maksimal dibandingkan Haura. Saya tidak ingin melakukan kesalahan yang sama, saya belajar dari kesalahan yg telah saya perbuat dulu karena minimnya ilmu, pengetahuan dan informasi yg saya dapat. Saat hamil saya rajin mengikuti Kelas Edukasi AIMI , buku-buku tentang MPASI pun tidak lupa saya beli dan baca sampai tamat, perlengkapan MPASI  saya beli dengan lengkap walaupun kenyataan di lapangan beberapa  perlengkapan MPASI banyak yg tidak terpakai.




Tim Beras hitam kecipir wortel ikan putih
24-Oktober 2011 Hanif lulus ASI eksklusif dan mulai makan untuk pertama kalinya, hari pertama saya memperkenalkan pure pear Alhamdulillah langsung habis tanpa ada keulitan sedikitpun saat menyuapi. Setiap bahan makanan saya tes selama 3 hari jika tidak ada reaksi alergi saya nyatakan lulus dan saya catat agar tidak lupa. Memasuki umur 7 bulan Hanif mulai makan bubur lembut, nah untuk penyajian  saya mengikuti saran dr.Purnamawati dengan memisahkan bahan makanan tidak dicampur aduk dan dicampur jadi satu. Tujuannya agar anak mengenal rasa masing-masing makanan sehingga rasanya enak dan jelas juga lebih cantik dan menarik. Sebelumnya saya ragu apakah saya akan sempat menyiapkan makanan yg terpisah-pisah mengingat tidak ada ART yang membantu tapi dengan berjalannya waktu alhamdulillah semua terhandle dengan baik. Saya ingin membuktikan MPASI homemade/memberikan makanan sehat alami itu tidak repot, insyaAllah kalau ada niat pasti ada jalan. 

Hal yang paling penting dalam pembelajaran kali ini adalah  belajar berempati. Berempati dengan tidak mengukur ambang cita rasa bayi yang masih sangat sensitif dengan ambang cita rasa kami. Bayi tidak mengenal kurang gurih, kurang asin, kurang manis seperti ketakutan para orang tua khususnya ibu yang tidak PD memberikan makanan no gulgar pada bayinya. Dahi saya mengernyit saat melihat Hanif dengan lahapnya memakan kecipir kukus dan ikan lele kukus tanpa tambahan gula garam sedikit pun. Tapi ya itu terjadi, bayi memang masih sangat sensitif ^_^. 


Pagi hari saya menyiapkan jus atau buah potong dan menu sarapan karbo yang simple, Alhamdulillah ada teman yg berbaik hati juga yang memberikan saya Slow Cooker, jadi pagi hari sebelum mengantar Haura sekolah saya masak bubur untuk Hanif walalupun terkadang karbo tidak hanya dari beras bisa dari bahan lainnya seperti kentang, singkong, ubi, dll. Saat pukul 11 siang setelah menjemput Haura sekolah saya menyiapkan sayuran lauk untuk makan siang , karena kebiasaan saya selalu menyiapkan makanan sesaat sebelum dimakan terutama sayuran. Untuk mempermudah bisa dibuatkan jadwal masakan baik untuk MPASI dan makanan utk dewasa sehingga saat belanja pun sudah terbayang apa saja yang akan di masak per hari itu. Tidak lupa selalu meyiapkan bumbu bawang (bawang putih+bawang merah dihaluskan lalau digoreng), ini sangat membantu sehingga waktu memasak menu kakak / dewasa menjadi lebih cepat.




Memasuki umur 8 bulan kegiatan memasak MPASI lebih seru karena ada penambahan protein, yang paling seru saat saya harus berhadapan dengan si ikan lele, rasanya mau pingsan saat saya menyentuh badan ikan yg licin sekali dan bentuknya yang menjijikan seperti ular tapi demi anak-anak saya rela detak jantung saya berdetak lebih cepat #lebayy . Tidak terasa Hanif sudah 11 bulan makanannya sudah mulai cincang kasar tidak dihaluskan kembali, ia sedang belajar mengunyah. 



Waktu
MENU MAKANAN
Hanif
Haura
Papap+Mamam
pagi
jus pepaya jeruk
kabocha kukus
kabocha kukus
Pepaya potong porsi besar 
telur rebus
camilan
buah
siang
steam/kukus ikan
ikan bakar
ikan bakar+sambal
sayur kangkung
tahu goreng
tahu goreng
tomat rebus
sayur kangkung
tumis kangkung rawit
camilan
jagung rebus
malam
tahu kukus
tumis tahu buncis
buncis rebus


Ya entah mengapa saya sangat menikmatinya , mungkin bagi beberapa orang merasa kerepotan mengurus dua balita tanpa bantuan siapapun tapi Alhamdulillah sampai sekarang tidak menemukan kendala yang berarti walaupun kadang saya merasa jenuh tapi jika melihat senyum dan lahapnya mereka memakan makanan yang saya sajikan semua rasa jenuh, lelah itu hilang seketika. Saya hanya berdoa agar saya selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT agar selalu bisa menyiapkan makanan sehat alami untuk suami dan kedua anak saya.


Kami merasakan sendiri semenjak pola makan anak-anak teratur dan tidak 'sembarangan' daya tahan tubuh mereka bagus selain karena Haura yang mendapatkan ASI selama 26 bulan dan Hanif yg masih ASI sampai saat ini. Tidak cukup puas dengan diri sendiri saya pun berusaha mengajak dan mengingatkan beberapa teman yang lain, tujuan saya hanya satu agar mereka tidak melakukan kesalahan seperti saya.  Kondisi beberapa teman yang dengan santainya tidak memberikan makanan pada anaknya karena anaknya tidak mau makan hanya mau minum susu formula, atau konsumsi bahan kemasan setiap hari atau para bayi berumur 4 bulan yang sudah diberi makanan instan membuat saya sedikit gemes. Ternyata tidak mudah juga memberikan masukan, mengingatkan apalagi saya hanya seorang Ibu Rumah Tangga biasa dengan background bukan dari kesehatan. Mindset masyarakat yang sangat mengagungkan susu formula dan makanan kemasan itu susah sekali diluruskan, belum lagi iklan makanan kemasan dan susu formula yang sangat gencar baik di media elektronik dan media cetak. Belum lagi sampai saat ini saya merasakan kurangnya dukungan pemberian ASI dan MPASI homemade  di tempat saya tinggal. Saya pun berangan-angan dan bermimpi bisa menghadirkan para konselor laktasi atau ahli gizi di kota kecil tempat saya tinggal ini, saya berharap jika seorang pakar yg menjelaskan mungkin para ibu jadi terbuka pikirannya.


Alhamdulillah setelah tanya sana-sini dan mengajukan usulan ke Persatuan Istri Karyawan tempat suami saya bekerja, akhirnya tanggal 19 Februari 2011 Bapak Wied Harry mengadakan talkshow dan demo makanan sehat di kota tempat saya tinggal. Hasilnya sungguh luar biasa di luar perkiraan para ibu sangat antusias sekali mengikuti acara tersebut dan sudah bisa ditebak banyak yang terkaget-kaget dengan penjelasan Pak Wied Harry. Selesai acara saya mendengar para peserta langsung berbelanja buah-buahan dan sayuran, perasaan saya senang bahagia rasanya seharian itu saya ingin tersenyum setiap saat. Saya masih punya mimpi semoga virus ASI ,MPASI dan Toddlerfood homemade bisa tersebar di Bumi Batiwakal ini (red : Berau). Semoga suatu saat nanti AIMI bisa mengadakan kelas edukasi di sini dan Pak Wied Harry bisa mengadakan Talkshow dan demo makanan sehat lagi dengan peserta masyarakat luas. Saya tidak ingin sendirian saya ingin semua terserang 'virus makanan alami’ 


Memberikan makanan instan memang sangat mudah hanya menyeduhnya dengan air panas tidak butuh waktu yang lama dan perlengkapan yang ‘rempong’ tapi saya lebih tidak tega membayangkan betapa ‘rempong’nya pencernaan anak-anak mengolah segala macam food additives di dalam nya. Memberikan makanan sehat yang alami adalah sebuah investasi besar untuk anak, hasilnya akan sangat terasa saat mereka tumbuh besar dan dewasa.  Ber’homemade’ria  sangat membutuhkan niat dan ilmu, niat tanpa ilmu tidak akan bisa, ilmu tanpa niat pun tidak akan jalan. Menjadi seorang ibu harus terus belajar belajar dan belajar …. “Karier memberikan makanan sehat alami pada anak (dan mendidik anak) adalah sebuah karier sekali lewat dalam seumur hidup. Tidak pernah dikejar ulang” kutipan Wied Harry yang selalu membuat saya bersemangat setiap harinya ^_^



Haura, Hanif….
Semoga ikhtiar Mam&Pap saat ini, kelak bisa menjadi bekal yang memadai, saat kalian besar nanti…..Aminnnnn  

Happy Healthy Cooking ^_^
















Minggu, 26 Februari 2012

Tumis Kulit Semangka

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengobrol dengan  Pak Wied Harry saat beliau ke Berau sehari sebelum acara Talkshow dilaksanakan, beliau memberi tahu tentang khasiat kulit semangka yang kadang terlupakan oleh kita. Sebelumnya saya juga pernah membaca bahwa kandungan sitrulin kulit semangka lebih tinggi dibandingkan buah semangka itu sendiri tapi sampai saat ini saya belum pernah mencoba mengkonsumsi dengan 'sengaja' kulit semangka itu. Di tengah obrolan Pak Wied menyarankan kulit semangkanya ditumis seperti sayuran biasanya. Hari ini kebetulan jus pagi harinya pepaya semangka dan saya pun kali ini tidak membuang kulitnya, ternyata tumisan kulit semangka enak loh rasanya krinyis-krinyis tapi eitss jangan lupa untuk mengupas kulit yang hijaunya ya ^_^


Bahan :
200 gram kulit semangka diiris
100 gram udang kupas
    3 siung bawang merah diiris halus
    3 siung bawang putih diiris halus
    2 buah cabe merah diiris
 1/2 buah tomat diiris
       garam dan gula secukupnya

Cara Membuat : 
1. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum lalu masukkan udang 
2. Setelah udang berubah warna masukkan irisan cabe merah lalu masukkan irisan kulit semangka

3. Masukkan garam dan gula secukupnya
3. Sesaat sebelum matang masukkan irisan tomat 



Manfaat Kulit Buah Semangka (citrullus vulgaris)

SEMANGKA

Selain rasanya yang manis dan segar, semangka juga memiliki banyak khasiat diantaranya adalah sebagai alternatif pengobatan panas dalam serta dapat berkhasiat sebagai antioksidan yang bersumber dari Lycopene. Lycopene adalah pigmen merah berupa karotenod yang sering berada dalam buah atau sayuran berwarna merah Masyarakat pun telah banyak yang memanfaatkan buah semangka sebagai alternatif pengobatan.

KULIT SEMANGKA

Lalu bagaimana dengan kandungan dari kulit semangka?.

Ilmuan dari Amerika Serikat (USA) yaitu Agnes M. Rimandoa dan Penelope M. Perkins-Veazie pada tahun 2005 telah menelaah kandungan kulit semangka. Dari hasil penelitiannya membuktikan bahwa kulit semangka kaya akan sitrulin.sitrulin adalah asam α-amino. Namanya berasal dari Citrullus, bahasa Latin untuk semangka, dari yang pertama kali diisolasi pada tahun 1930. sehingga jelas bahwa sitrulin juga ada dalam buah semangka.akan tetapi hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan sitrulit pada kulit semangka lebih banyak dari pada dalam buahnya. Berikut adalah hasil penelitian Agnes M. Rimandoa dan Penelope M. Perkins-Veazie :

" kandungan sitrulin berkisar 3,9-28,5 mg / g berat kering (dwt) dan adalah serupa di antara jenis berbiji dan jenis tanpa biji (16,6 dan 20,3 mg / dwt g, masing-masing).
daging semangka Merah citrulline sedikit lebih rendah dari daging semangka kuning atau oranye (7,4, 28,5 dan 14,2 mg / dwt g, masing-masing).
Kulit buah mengandung citrulline lebih dari daging atas dasar berat kering (24,7 dan 16,7 mg / dwt g, masing-masing), tetapi sedikit kurang pada berat segar (fwt)
dasar (1,3 dan 1,9 mg / fwt g, masing-masing). "

MANFAAT SITRULIN

Sitrulin memiliki banyak manfaat bagi tubuh manusia :
1. citrulline membantu mengeluarkan amonia dari hati. sehingga dapat bersifat detoksifikasi
2. citrulline merupakan prekusor arginin yang dapat mensekresi asam nitrit (NO) untuk vasodilatasi atau pelebaran pembuluh darah. sehingga sitrullin dapat berperan untuk mengatasi hipertensi.
3. Menurut Medical News Today, efek vasodilatasi dari citrulline dapat mendukung fungsi seksual yang sehat (mirip viagra)

Sumber : riestyadp

Kima Pedas (Spicy Giant Clam)



Beberapa waktu yang lalu kami pergi ke pulau Derawan bertepatan dengan datangnya Yangkung & Yangti 2H. Memang ini bukan yg pertama kalinya kami berlibur ke Pulau Derawan tapi entah mengapa kali ini rasanya lebih enjoy, mungkin karena tidak terpatok jadwal rombongan biasanya kali pergi bersama teman2 kantor Papanya 2H. 

Disana saya menemukan beberapa masyarakat yang menjual kima karena penasaran saya beli untuk dimasak di rumah. Sebenarnya sangat disayangkan karena kima adalah salah satu makhluk laut yang dilindungi, saya sempat bertanya cara memasaknya dan ternyata setelah saya coba memasak dan memakannya rasanya enak, gurih dan kenyal.





Bahan : 
200 gram Kima kering
    3 siung bawang merah diiris
    2 siung bawang putih diiris
    1 buah cabe gendot (bisa diganti dengan cabe hijau)
    2 buah cabe keriting
    1 buah tomat
       garam dan gula secukupnya
       air untuk merebus


Cara Membuat :
1. Panaskan air sampai mendidih lalu masukkan kima yang sudah dipotong-potong  selama 20 menit lalu tiriskan

2. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe gendot, cabe keriting sampai harum lalu masukkan kima
3. Masukkan irisan tomat, garam dan gula secukupnya lalu masak sampai matang dan sajikan

Jumat, 24 Februari 2012

Bakso Tenggiri Wortel

Berawal karena adonan pempek yang kebanyakan akhirnya dibikin bakso untuk Haura dengan ditambahkan wortel gak lupa dicetak dengan cutter biar  tambah unyu-unyu baksonya :)
Penyajiannya bisa dengan dibuat sop dtambahkan sayuran dan seperti biasa sopnya pakai bumbu bawang yang sudah dibuat. 




Bahan:
500 gram daging ikan tenggiri 
  10 sendok makan air es
150 gram tepung kanji
    2 sdm tepung maizena
    1 butir telur ayam
    2 buah wortel kukus lalu dihaluskan/parut    2 sendok teh garam
 
 Cara Membuat :
1. Haluskan ikan+air es  dengan mixer sampai lembut.
 2. Masukkan garam, wortel yang sudah dihaluskan dan telur lalu aduk sampai lengket. Tambahkan tepung maizena dan kanji sambil diuleni .
 3. Bentuk adonan sesuai selera lalu direbus dengan air mendidih sampai mengapung

Senin, 06 Februari 2012

Tips&Trik MPASI & Toddler food Homemade




Akhir-akhir ini saya mendapat kiriman pesan dari beberapa teman dan menanyakan ko sempet2nya masak dan jepratjepret dengan dua balita tanpa ART. Disini saya kan bercerita plus membagi tips dan trik nya ^_^, mudah2an bisa bermanfaat untuk teman-teman yang mengalami kondisi yang sama dengan saya.
Saat memasak MPASI untuk adik itu berarti saya memasak juga makanan untuk si kakak dan memasak juga untuk saya dan Papap, alhamdulillah saya sangat bersyukur selera Papap dan kakak Haura 'gak ribet'. 

Misal seperti saat ini saya berencana memasak ikan patin dan sayur kangkung, berarti menu makanan hari ini semua sama dari mulai kami (dewasa) , Haura (kakak), Hanif (adik) hanya proses memasaknya yang berbeda ^_^.

Menu dewasa : Ikan Patin dibakar/goreng, tumis kangkung dan sambal terasi
Menu kakak   : Ikan Patin dan kangkung  (tergantung request, mau menu dewasa atau menu adik), kali ini Haura ingin seperti adik, ikan patin saya bakar (bumbu : jeruk nipis+garam), kangkung saya rebus sebentar.


Untuk menumis saya biasanya menggunakan bumbu/minyak bawang
yg sudah saya buat sebelumnya sehingga menghemat waktu memasak.

Menu Kakak Haura


Menu adik      : Ikan Patin dikukus, kangkung direbus sebentar cincang, tomat rebus dihaluskan
Menu adik Hanif

Untuk nasi adik makan beras  hitam , tapi kalau kami (dewasa) mencampur beras putih dan beras hitam mengingat harga berasa hitam yang sangat mahal jadi saya akali dengan mengkombinasikannya walaupun terkadang kami juga mengkonsumsi beras hitam tanpa campuran
Untuk mengolah ikan patin jangan lupa sebelumnya membalurnya dengan air jeruk nipis sampai kesat. 


Kalau untuk sesi jeprat jepret saya lakukan saat makanan masih panas jadi sembari nunggu makanan dingin dan Hanif bangun dari tidur. Alhamdulillah jadwal tidur dan makan mereka teratur sehingga saya pun masih bisa menyalurkan hobi saya :)


06.30wita 
Sarapan buah lalu lanjut karbo ringan 
Menu Dewasa : buah potong --- omlet/oat/nasi goreng dll
Menu Kakak   : buah potong/pure buah ---  omlet/oat/nasi goreng dll
Menu adik       : pure buah - karbo+sayur

10.00wita 
Ngemil buah potong , main sebentar lalu adik Hanif tidur nah saat ini lah saya menyiapkan makanan untuk mereka , biasanya untuk protein/lauk saya langsung masak untuk masing-masing 2 porsi (makan siang+makan malam), tapi untuk sayur saya selalu fresh beberapa saat sebelum makan.

12.00wita Makan siang

14.00wita
Tidur siang,,,,,,,, saatnya me time (online, browsing sanasini, bacabuku, jepratjepret, belajarprogram2komputer, baking,nyoba resep baru atau kadang ikutan tidur :p 


16.00wita  
Bangun tidur, sembari saya menyiapakan makanan kakak bermain sambil menjaga adik


17.00wita  
Makan malam eh sore ya hitungannya ^_^, kalau sempat jepratjepret dulu (mengejar matahari) kalau engga ya langsung makan/nyuapin (gimana mood) baru mandi deh atau sebaliknya mandi dulu baru makan

Malam : ngemilllll buah

Siapa bilang MPASI & Toddler food homemade ribettt ?? engga ko... dibawa have fun aja mom ... SERU !!


Oiya , semua peralatan masak dan makan harus langsung dicuci agar pekerjaan tidak menumpuk selain itu mencegah bekteri, kuman nemplok. Intinya jika ada yang bisa dilakukan saat itu juga LAKUKAN jangan menunda pekerjaan ^_^..


Happy healthy cooking ..............
         




Sabtu, 04 Februari 2012

Tulang Jambal

Setelah jemput Haura sekolah seperti biasa mampir ke warung sayuran langganan, tidak sengaja melihat tulang ikan asin yang masih ada sedikit dagingnya dan pikiranpun langsung melayang ke tulang jambal di Bandung #elus2perut. Tanpa pikir panjang saya langsung menayakan nama ikan asinnya , saat saya menanyakan ikan asin jambal si penjual geleng-geleng kepala (ya iyalahhhhh ini Berau ) #toyorpala. Penjual menatap aneh saat saya mengatakan hanya mau tulangnya saja, mungkin karena kasian saya diberikan harga 5000 perak untuk  satu kantong kresek tulang ikan asin...yihaaaaaa #koproll

Mencoba mengingat rasa si Tulang Jambal , dan beruntungnya saya saat membuka lemari es masih ada persedian cabe gendot oleh-oleh yangti dari Bandung. Rasanyaaaaa maknyossssss...pedas gurih... ahhh pokonya ajib !!!!




Bahan : 
250 gram tulang ikan asin jambal (anggap aja lah ya ini ikan asin jambal) :p
    4 siung bawang merah diiris
    3 siung bawang putih diiris 
    8 buah cabe rawit (sesuai selera) diiris
    1 buah cabe gendot diiris memanjang
       gula merah secukupnya

Cara Membuat :
1. Bersihkan tulang ikan asin sampai bersih lalu disiram air mendidih (rada parno takut kotor)
2. Goreng tulang ikan asin sampai matang lalu tiriskan
3. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe rawit dan cabe gendot sampai harum lalu masukkan tulang ikan asin dan air secukupnya.
4. jangan lupa masukkan gula merah secukupnya (tidak memakai garam karena asinnya sudah dari ikan nya)




taraaaa..... hasilnya wuenakkkk.. nambah nasi nambah tulang jambal gak berhenti-berhenti ... gak inget badan yg bengkak :) 


Oiya sekalian aku masukkan ke event nya Indonesia Food Party deh ^_^ kuliner khas Jawa Barat tapi saya pun baru merasakannya 1 tahun lalu :)