Laman

Sabtu, 29 September 2012

Nasi Bakepor for IDFB Challenge #6

Indonesia Foodblogger mengadakan IDFB Challenge #6 : Indonesian Festive Rice dalam rangka ulang tahunnya yang ke-1. Berhubung saya sedang bertempat tinggal di Kalimantan Timur ingin rasanya mengangkat kuliner khasnya. Lalu saya pun tersadar betapa sulit menemukan makanan khas tradisional  Kalimantan Timur, mungkin penyebabnya karena sudah banyak pendatang sehingga selera makanan pun sudah bercampur aduk dengan selera pendatang (suku Jawa, Sulawesi dll).

Setelah hasil browsing ada satu makanan yang menjadi khas di Kalimantan Timur bernama Nasi Bekepor dan tampaknya masyarakat sudah mulai melupakan makanan yang satu ini sehingga sulit mendapatkan tempat makan yang menyediakan menu makanan yang satu ini. Saya sempat bertanya pada teman-teman yang memang asli Kaltim / Kutai Kertanegara sayang sekali mereka sendiri tidak tahu ada makanan khas seperti ini.  Di kota Smarinda ada satu rumah makan Warong Selera Acil Inun  yang menjual  makanan khas Kalimantan Timur. Nasi Bekepor adalah nasi liwet dengan campuran minyak sayur, rempah-rempah, dan potongan ikan asin. Nasi bakepor merupakan makanan khas dari Kutai Kartanegara pada zaman kerajaan., menu ini dulu menjadi hidangan untuk para raja Kutai di zaman kerajaan tetapi saat ini kita tidak perlu menjadi raja untuk menikmati nasi ini. Cara memasak dengan cara tradisional rempah-rempah dan beras yang sudah dicuci dimasukkan ke dalam kenceng atau kendil khusus seperti rantang dan dimasak di atas bara api yang menyala. Saat nasi setengah matang dkenceng/kendil dipindahkan ke bara sampai nasi menjadi tanak.





Sebelum dihidangkan, tambahkan daun kemangi, cabai, ikan goreng kering yang sudah disuwir dan sedikit perasan jeruk nipis ke dalam nasi. Setelah itu, semuanya diaduk-aduk hingga merata. Proses memasak secara tradisional tersbut hingga siap dihidangkan ini memakan waktu minimal 45 menit jika dengan bara api tapi saya memasaknya dengan kompor gas biasa hanya memakan waktu 30 menit (sumber : forum detik).

Sekilas kalau diperhatikan dari bahan dan cara memasak  rasa nasi bakepor mirip dengan nasi liwet  Jawa, perbedaan yang paling mencolok di bahan daun kemangi dan perasan jeruk nipis. Rasanya asin, asam, pedas  dengan aroma daun kemangi... slrupppppp... Biasanya nasi bakepor ini (lagi-lagi menurut sumber dari mbah google) didampingi sambal raja. Sambal raja pun sudah sangat sulit ditemui bahkan saya sendiri pun tidak pernah menemui menu makanan seperti ini disini.  Tentunya pemerintah daerah harus sudah mulai memikirkan bagaimana cara melestarikan resep kuliner pusaka ini. Sayang sekali kalau sampai makanan khas tradisional hilang ditelan zaman *tsahhhhhhh, minimal saat ada tamu/pengunjung atau bahakan turis datang warga kaltim bisa dengan bangga menyajikan masakan khas nya :) 





Bahan:
300 gr nasi putih (saya menggunakan Beras)
2 lbr daun salam
1 lbr daun pandan, potong-potong
1 sdt garam
10 lbr daun kemangi
50 gr ikan gabus asin, goreng matang, suwir-suwir
1/8 bh jeruk nipis, ambil airnya
2 bh cabai rawit (tidak pakai cabai rawit)

Cara membuat:
Masukkan beras ke dalam panci anti lengket.
Masak dengan api kecil bersama daun salam, daun pandan dan garam.
Sambil sekali-sekali diaduk hingga rata.
Angkat, tambahkan daun kemangi, suwiran ikan asin, air jeruk nipis, cabai rawit, aduk rata.
Hidangkan panas-panas.

sumber : tabloid nova

*lap keringetttt* Alhamdulillah akhirnya bisa juga ikut challange IDFB kali ini seperti biasa 'the power of kepepet' padahal pengumumannya sudah dari beberapa waktu yang lalu *tutup muka pakai panci* ^_^ .. Happy Birthday Indonesian Foodblogger semoga makin oke, kece, keren, panjang umur dan sukses selalu....


2 komentar:

  1. Hmm..nasi dikucurin jeruk nipis belum pernah nyobain eike. Bingun di bagian memasak pake kendi di atas bara aoi trus kalo udah setengah matang dipindah di atas bara api maksudnya gimana, Mak? *kayak iya mau bikin aje*

    BalasHapus
  2. sok atuh mangga dicoba :) sama aja kaya nasi liwet kalau masak pakai arang.. untuk pertama dimasak di arang yang apinya nyala ke atas (kaya kompor) nah pas setengah matang dimasak di arang yang cuma ada baranya aja gak ada api yang ke atas.. :)

    BalasHapus