Laman

Rabu, 12 November 2014

Selamat Hari Ayah Nasional

Pagi tadi setelah lihat beberapa postingan teman, saya baru ngeh ternyata ada hari Ayah yaaa... Saya kira hanya hari ibu saja yang ada... 

Hari Ayah Nasional bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional dan ternyata yang mengusulkan hari Ayah ini bukan dari kaum laki-laki loh, melainkan para wanita. Kaum ibu yg tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) menggelar deklarasi Ayah pada 12 November 2006 di Pendapi Gede Balaikota Solo, Jawa Tengah.



Hari Ayah lahir karena figur ayah sebagai bagian dari keluarga juga memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. (Gress Raja, Ketua PPIP)

Setelah deklarasi, mereka mengirimkan piagam deklarasi Hari Ayah dan buku 'Kenangan Buat Ayah' kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kali ini saya ingin bercerita sosok ayah bagi anak-anak saya. Ahhh tidak terkira betapa bersyukurnya saya memiliki ia sebagai suami dan sebagai ayah bagi anak-anak saya. Betapa berutungnya kami dianugerahi sosoknya.... Siapa sangka teman sekelas SMA yg bahkan dulu kami tidak pernah ngobrol atau bertegur sapa sekarang menjadi seseorang yg sangat saya dan anak-anak  cintai. 

Bertempat tinggal di kota kecil yg jauh dari keramaian membuat kami sangat menikmati semua kebersamaan. Walaupun banyak keluarga yg memilih hidup terpisah karena alasan fasilitas kota kecil yg tidak memadai. Tapi kami memilih hidup bersama dengan keterbatasan yg ada, mencoba bahagia dengan cara yg seserhana. Alasannya simpel kami hanya ingin anak-anak Tumbuh dengan Ayah disisi mereka dari saat membuka mata sampai mata tertutup. 

Masa kecil anak-anak hanya sekali dan tidak terulang, kami ingin kehadiran sosok Ayah menjadi satu Kenangan manis bagi mereka saat dewasa nanti. 

Haura dan Hanif memanggil sosok itu dengan panggilan papap.....
Saat waktu istirahat siang tiba, mereka saling menantikan saat2 bertemu hanya untuk makan siang bersama dan bermain sebentar bersama papap walau sekarang semenjak kelas 1 SD Haura baru pulang pukul 14.30 wita. 

Jika sore hari mereka menanti pulang papap dengan sabar kalaupun beberapa bulan terakhir ini lebih sering pulang setelah waktu maghrib mereka memakluminya. Tapi tetap saat yang mereka nanti Ketika papapnya datang dan mereka bersembunyi untuk membuat kaget dan Papap berpura-pura kaget. 

Ketika saya sakit dan dirawat, ia lah yg Merawat saya dan anak-anak tanpa bantuan siapapun. 

Untuk semua kegiatan yg papap dapat lakukan sebisa mungkin ia yg ajarkan. Seperti belajar bersepeda, belajar berenang, belajar golf bahkan belajar matematika dan baahsa inggris. Kami ingin suatu saat nanti itu menjadi Kenangan yg indah bagi mereka. 

Selamat Hari Ayah... 
Untuk Papap Haura Dan Hanif... 
InsyaAllah tahun depan akan menjadi ayah dari 3 orang Putra Putri :) 

1 komentar: