Laman

Rabu, 24 Desember 2014

Bermain di Dapur Bersama Anak

"Anak perempuan itu harus bisa masak, mengurus rumah supaya besarnya disayang sama suami dan mertua." Nasihat seperti ini sering sekali diucapkan ibu saat itu dan pasti saya mengomel dalam hati ya udah itu urusan nanti wong saya aja masih pake seragam merah putih masih jauhhhhhh. Bahkan katanya ada di suatu daerah sebelum menikah calon pengantin perempuan di tes utk membuat sambal, konon kalau sambalnya enak berarti masakan yang lainnya enak. Nah kalau gak enak gak jadi nikah gitu yaaa... Kasian amat :)hihihi 



Beberapa hari sekali saya belanja di pasar, biasanya diberikan catatan dan lokasi kios dimana saya harus membeli beserta harganya supaya saya tdk perlu menawar lagi. Akhirnya di umur yg masi belia saatitu #ehm saya sudah hapal berbagai Macam bumbu dan bahan dapur. Sst.... Terkadang update gosip seputaran komplek karena dianggap anak kecil saya selalu dianggap tdk ada kalau para ibu sedang bergosip haw ehehehe jadi ya menguping dikit.

Dari yang mengupas bawang, mengiris bawang sampai belajar masakan andalan setiap weekend 'sop sayuran' dan ayam kecap. Pada saat itu sepertinya hampir semua teman tdk ada melakukan hal seperti saya, mereka punya pembantu dan bermain sesuka hati ahhh seandainya saya ini anak orang kaya dududududu trus berkhayal jadi anak yg tertukar saat di rumah bersalin (ini nih efek kebanyakan nonton sinetron jaman dulu). Apalagi saya termasuk anak yg tomboy jadi ibu berusaha sangat keras membuat saya agak 'feminim' selain 'memaksa' utk belajar masak dan melakukan pekerjaan rumah sampai menjahitkan rok dan bisa dihitung pakai Jari berapa kali saya memakai rok (kecuali rok sekolah ya).


Tapi beberapa tahun terakhir ini kegiatan di dapur menjadi booming, bermunculan chef cantik dan ganteng di tv dan acara-acara masak yg dikemas keren. Yang paling fenomenal adalah junior master chef, setelah takjub melihat anak-anak beraksi di dapur tidak jarang para orang tua berlomba-lomba mendaftarkan anaknya kursus memasak baik dari harga kursus yg murah meriah sampai jutaan. Wah baru deh tersadar beruntunglah saya diajari memasak oleh ibu saat kecil dulu, kalau ada lomba mungkin menang krn saat itu saingannya sedikit hehehehehe (PD jaya Abadi) 

Mengajak anak 'bermain' di dapur ternyata banyak manfaatnya salah satunya utk anak usia balita adalah melatih motorik halus, indra perasa, indra penciuman dan daya ingat. Tapi perlu diingat ada beberapa tahapan dan kegiatan yg disesuaikan dengan umur anak dan harus didampingi orang dewasa demi keamanan. Dengan mengolah makanan bersama di dapur selain ada unsur edukatifnya dapat mempererat hubungan ibu dan anak. Salah satu upaya juga yg bisa dilakukan bagi anak-anak yang tidak terlalu suka makan apalagi sayuran, di dapur ibu bisa sambil mengedukasi tentang bahan makanan sehat. 
Haura sangat senang sekali jika sudah berada di dapur begitu juga dengan Hanif. Bahkan saat umur 4 tahun Haura sudah meminta dibuatkan blog dan dengan permintaannya sendiri pula ia meminta direkam saat memasak. 

Video Haura memasak dan blog Haura


Bagaimana ya memulainya? 
  1. Rencanakan kegiatan memasak aebelumnya, kapan dan akan memasak apa. Tapi kalau saya pribadi dari anak-anak masih bayi mereka sudah terbiasa dengan dapur karena tdk ada pengasuh / art. Saat bayi HauHan diletakkan di dalam stroller sambil mengamati mamamnya memasak. Agak besar mereka bermain dengan alat masak seperti wajan, panci dll dengan jarak aman tapi mereka masih bisa melihat aktifitas saya di dapur. Semakin bertambah umur dan kemampuan saya mulai mengenalkan bahan makanan apa saja yang akan digunakan. 
  2. Mengenalkan alat-alat masak beserta cara menggunakan dan potensi kerusakan dan bahayanya. 
  3. Membiasakan tangan selalu bersih jika akan mengolah makanan
  4. Belajar menyalakan oven listrik, microwave dan penggunaannya. Belajar menyalakan kompor gas dan memberi tahu hal-hal apa yang menndakan bahaya.
  5. Belajar memegang pisau dan memotong/mengiris bahan makanan
  6. Belajar memegang alat masak dan cara mengenal dan memegang alat amsak dalam kondisi panas. Untuk di awal kita dapat memilih resep yang menggunakan alat dan bahan yang relatif aman utk anak bahkan ada beberapa resep tanpa api. 
  7. Akan lebih baik anak dilibatkan dari mulai belanja bahan makanan, sambil mengenalkan jenis makanan sehat dan kandungan gizinya. 


Metode dasar dalam memasak di klasifikasikan menjadi 4 yaitu:
  1. Moist Heat Cooking
    Memasak dengan air yang dipanaskan dan mendidih atau dengan uap air, dalam metode ini teknik memasak ada 3 cara yaitu;
    • Boiling/merebus
      Boiling adalah memasak dengan air dengan titik didih atau suhu 100 derajat celcius, tehik ini sangat sering di gunakan untuk memasak mulai dari sayuran, daging, ikan sampai mie instan.

    • Simmering/Stewing/merebus dengan api kecil
      simmering adalah memasak dengan suhu di bawah titik didih, yang berguna untuk menjaga tekstur bahan atau memperkuat rasa dari kuah biasanya tehnik ini digunakan pada makanan yang mengandung susu atau santan sehingga tidak pecah, biasanya juga tehnik ini digunakan untuk pembuatan soup agar rasa dari bahan bisa lebih kuat pada cairan kaldunya.

    • Steaming/ mengkukus
      steaming adalah memasak dengan menggunakan uap dari air, contohnya mengukus nasi, bolu kukus dll
  2. Dry heat Cooking 
    Memasak dengan panas yang kering, dalam metode ini teknik memasak juga ada 3 cara yaitu;
    • Baking/memanggang dalam oven
      Baking adalah istilah khusus untuk memanggang roti, cake, kentang,dll

    • Roasting/memanggang dalam oven
      Roasting adalah istilah khusus untuk memanggang daging-dagingan di dalam oven contohnya: roasted beef, rosted chicken,dll .

    • Grill/Memanggang di atas api
      Grill adalah tehnik memanggang di atas api atau bara api,
      contohnya: steak, sate, dll
  3. Cooking with oil/fat
    Cooking with oil Memasak dengan minyak dalam metode ini teknik memasaknya ada 3 cara yaitu ;
    • shallow frying/memasak atau menggoreng dengan sedikit minyak
      Shallow frying juga biasa di sebut pan fried, fungsinya hanya untuk memberikan warna cokelat menggoreng, biasanya tehnik ini digunakan untuk bahan yang mudah hancur, ataupun sekedar memberi warna cokelat contoh : ikan fillet dan bahan2 lainnya
    • Deep Frying/Menggoreng dengan banyak minyak
      tehnik Deep frying adalah makanan tertutup penuh oleh minyak, sehingga proses pemasakan lebih cepat, biasanya untuk bahan tipis digunakan suhu diatas 325 derajat celcius dan dalam waktu cepat, dan untuk bahan yang tebal digunakan suhu lebuh rendah agar masakan matang merata.
    • sauteing/menumis
      Tenik ini menggunakan minyak sangat sedikit, biasanya untuk bahan-bahan kecil atau dipotong, sauteing atau menumis sangat populer di Indonesia, contohnya: Nasi goreng, tumisan sayur, capcay dll

  4. Cooking with microwave
    Tehnik ini menjadi populer terutama di kota-kota besar. Memasak dengan menggunakan gelombang radiasi. Metode ini sepuluh kali lebih cepat dibanding menggunakan metode memasak yang lainnya.

Apakah masih ragu untuk ’bermain’ di dapur? Yuks mari kita membuat dapur menjadi menyenangkan.

Happy Healthy Cooking 

2 komentar: