Laman

Jumat, 01 Januari 2016

Perbedaan EVOO dan ELOO (Tentang Minyak Zaitun)

Saat memilih minyak zaitun di pasar swalayan, seringkali kita bingung dengan jenis-jenisnya. Ada yang bernama 'olive oil' saja, tapi ada pula yang berlabel 'extra virgin', 'extra light', dan sebagainya. Apa yang membedakan?


Minyak zaitun berasal dari buah zaitun yang diproses menjadi pasta. Pasta tersebut diaduk perlahan hingga titik-titik minyaknya menyatu menjadi konsentrat. Lalu, minyak itu diekstraksi dengan alat pres atau dengan teknik centrifugation. Dari sinilah jenis-jenis minyak zaitun yang berbeda diperoleh.

Extra virgin olive oil adalah minyak zaitun berkualitas terbaik atau grade A. Minyak ini diproduksi secara alami, tanpa bahan kimiawi atau metode fisik. Aroma dan citarasanya istimewa, dengan kadar keasaman kurang dari 0.8%.

Extra virgin olive oil murni tidak berubah fisiknya walau diletakkan di kulkas selama berhari-hari. Tidak akan terlihat lapisan minyak beku di permukaannya. Botolnya pun berbeda dengan minyak zaitun jenis lain, yaitu berwarna hijau. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan minyak dari paparan sinar matahari langsung yang dapat merusak kualitasnya.

Refined olive oil adalah minyak zaitun yang diberi perlakuan kimiawi untuk memperbaiki kualitasnya yang kurang bagus. Zat kimia ditambahkan untuk menetralkan rasanya yang kuat dan kadar keasamannya yang tinggi.

Pure olive oil dan extra light adalah campuranvirgin olive oil dan refined olive oil, namun dengan komposisi berbeda. Harganya lebih murah dibanding virgin olive oil. Keduanya dikemas dalam botol bening. Warna pure olive oil kuning keemasan, sementara extra light kuning bening. Extra light memiliki rasa dan aroma yang paling lembut di antara yang lain.

Minyak zaitun yang cocok dipakai menggoreng atau memanggang adalah extra lightPure olive oil digunakan untuk menumis atau dicampur ke sup, casserolevinaigrette, dan mayones. Sementara itu, extra virgin olive oilsebaiknya digunakan mentah, bukan untuk memasak. 

(sumber: detik.com)  

Minyak zaitun  terbaik: minyak zaitun extra virgin (extra virgin olve oil, EVOO). Yang kualitasnya terendah: minyak zaitun extra light (extra light olive oil, ELOO). Di antara EVOO dan ELOO ada beberapa kualitas lagi, umumnya dengan nama berbeda di antara produsen. Pendeknya, kalau jenisnya bukan EVOO atau ELOO berarti kualitasnya di antara keduanya.
EVOO lebih banyak mengandung lemak sehat, khususnya omega-3 dan omega-6 (serta omega-9, namun karena omega-9 ini tidak esensial alias bisa dibuat sendiri oleh tubuh kita, sehingga perannya kurang berarti).
Semakin tinggi kandungan lemak sehatnya, minyak zaitun semakin mudah rusak jika terkena panas maupun udara. Karena itu, EVOO sebaiknya disantap mentah - misalnya sebagai minyak salad- dan disimpan dalam wadah tertutup rapat. (Wiedharry)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar